Sholat

Oleh: Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah   Saat ini, apabila seseorang bertemu dengan Muslim yang baik di mana pun, tak peduli apakah dia berpendidikan atau tidak, dan orang itu bertanya kepada Muslim itu tentang apa yang dia pahami tentang kehidupan dalam Islam, orang itu mungkin akan menerima jawaban: “Islam adalah lima hal: mengucapkan dua kalimat syahadat, melaksanakan solat, membayar zakat, berpuasa, dan melaksanakan ibadah haji.” Di satu sisi jawaban itu memang benar, tapi tidak di sisi lain. Tidak benar menganut lima pilar ini sebagai sistem yang lengkap dalam…

Baca lebih lanjut ...

Apa itu Islam?

Oleh: Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah   Saya sering sedih dan menderita karena saya adalah salah satu tentara Islam yang selalu menghadapi banyak masalah. Saya harus berhadapan dengan pasukan anti-Islam yang kuat yang memerangi Islam di seluruh dunia. Selain itu, saya harus menghadapi Muslim yang bodoh , apatis (acuh tak acuh), saling bertengkar karena masalah sepele sementara musuh sudah menghancurkan benteng kita. Musuh telah merebut aset terbaik kita dan bunga bangsa kita sedang dicuri, yakni remaja Muslim! Remaja Muslim tertinggal dalam rasa putus asa di semua negara di…

Baca lebih lanjut ...

Tanggapan atas Persoalan Darwinisme, Kendali Kelahiran dan Taqdir (Takdir)

Oleh: Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah   Darwinisme Mengenai konsep evolusi, kitab suci Al Qur’an adalah kitab pertama dalam sejarah yang diketahui sudah mengeluarkan konsep evolusi dan menegaskan konsep tersebut dalam dimensi kehidupan yang berbeda. Menurut Al Qur’an, manusia itu evolusioner; kehidupan di bumi – apakah tanaman atau hewan – itu evolusioner, dan seluruh alam semesta itu sendiri evolusioner. Salah satu nama istimewa Allah (Subhanahu wa Ta’ala) adalah Rabb. Menurut mufasir Al Qur’an, misalnya Imam Raghib al-Isfahani, Rabb diartikan sebagai: “Satu yang memimpin sesuatu dengan menjaga dan memeliharanya…

Baca lebih lanjut ...

Tazkiyah dan Kepemimpinan dalam Islam

Oleh: Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah   Pada dasarnya, fondasi atau landasan masyarakat Islam adalah etika-religius. Karena itu, siapa pun itu, yang dengan jujur maju untuk mengarahkan umat Islam ke tujuan yang ditentukan dalam Al Qur’an, harus punya kepribadian yang penuh semangat dalam dimensi spiritual, akhlak, dan intelektual. Hal ini sudah menjadi ketentuan dalam Al Qur’an, serta sudah menjadi ketentuan dalam sejarah Islam. Tapi, bagaimana cara membentuk kepribadian seperti itu? Apakah dengan emosionalisme semata? Atau dengan mistisisme semata? Dengan intelektualisme semata? Dengan ritualisme semata? Dengan Puritanisme formal semata?…

Baca lebih lanjut ...

Islam vs Komunisme

Oleh: Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah   Bismillahirrahmanirrahim   Ada dua cara untuk melihat Islam versus Komunisme. Pertama melalui aspek akademis, yakni sejauh mana Islam sependapat atau tidak dengan Komunisme, berdasarkan ajarannya dan pandangannya. Aspek kedua adalah sejauh mana umat Islam bersekutu dengan Komunisme. Sejauh masalah akademis sehubungan dengan sejauh mana Islam dan Komunisme sependapat dengan yang lainnya, saya bisa mengatakannya kalau sejak awal keduanya tidak bisa sependapat dengan yang lainnya. Sebaik yang kita tahu, pendiri Komunisme adalah Karl Marx dan bukunya, Das Kapital, adalah landasan Komunisme. Meskipun…

Baca lebih lanjut ...

Konsep Tawhid (Persatuan)

Konsep Persatuan adalah pondasi komunitas umat Islam dan intisari dalam agama Islam. Seperti yang kita tahu, prinsip yang paling penting yang diberikan kepada kita dalam agama Islam adalah prinsip tawhīd-persatuan! ini bukan hanya berarti bahwa kita hanya harus beriman kepada Allah sebagai Tuhan Yang Satu. Ini punya arti banyak hal Tawhīd adalah dasar filsafat kehidupan dalam agama Islam. Artinya bahwa Allah (Subhanahu wa Ta’ala) adalah Satu (Aḥad), karena itu seluruh umat manusia adalah satu keluarga. Dua kelompok mungkin ada dalam satu keluarga ini tapi keduanya konsentris, artinya, bersatu disekitar sentral…

Baca lebih lanjut ...

Wanita dalam Islam

Oleh: Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah     Salah satu aspek yang akan saya sampaikan adalah prinsip-prinsip dalam Islam di mana wanita masih punya keadaan terhormat. Wanita adalah bagian paling penting dari umat manusia. Semua guru besar di dunia ini berhutang budi kepada seorang wanita. Hampir semua budaya di dunia ini, wanita telah dimanfaatkan hanya karena mereka berjenis kelamin yang fisiknya lebih lemah dari laki-laki. Secara fisik, wanita tidak pernah bisa sekuat laki-laki. Kelemahan wanita yang luar biasa ini telah membuat budaya dan peradaban yang berbeda memanfaatkan wanita…

Baca lebih lanjut ...

Ceramah – Pernikahan dalam Islam

Ceramah Sheikh Imran Hosein di Masjid Saujana Impian, Kuala Lumpur, Malaysia Berdasarkan video yang diunggah icemaker di http://www.youtube.com/watch?v=UpoVk396RCQ 17 Juli 2011 Judul asli: Marriage in Islam diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh: Ikhya Ulumuddien Kita mulai dengan nama Allah (SWT). Kita memuja-Nya dan mengagungkan-Nya sebagaimana mestinya Dia dipuja dan diagungkan. Dan kita sampaikan shalawat dan salam kepada semua Rasul-Nya yang mulia, khususnya yang terakhir dari mereka, Nabi Muhammad (saw) yang diberkahi. Imam yang terhormat, Haji Ibrahim yang terhormat, saudara dan saudari sekalian, assalamu’alaikum wr. wb. Saya sangat berbahagia bisa berada…

Baca lebih lanjut ...

Al Ihsan, Spiritualisme Islam

Oleh: Sheikh Imran N. Hosein   Para sahabat duduk dan berbicara satu sama lain, ketika, Rasul Allah, Muhammad (صلى الله عليه وسلم) datang dan bertanya, “Apa yang kalian bicarakan?” Mereka menjawab, “Kami membicarakan akhir zaman”. Beliau menjawab, Akhir jaman tidak akan terjadi sampai……” – beliau menyebutkan sepuluh tanda dimana kita dapat menghitungnya dengan jari tangan; Dajjal, Al Masih Palsu Yajuj dan Majuj Kembalinya anak Maryam, Isa (عليه السلام) (Yesus). Dukhan- Asap Daabatul Ard- Ard/bumi sering disebutkan (dalam Qur’an), dalam kontek akhir jaman, yaitu bukan sembarang bumi/tanah, melainkan Tanah Suci (Jerusalem).…

Baca lebih lanjut ...

Pengetahuan dan Diri Manusia

Oleh: Maulana Fazlur Raman Ansari Al Qaderi rahimahullah   Muslim pada umumnya, mereka yang berpikir sempit dan berpendidikan Islam konservatif, menganggap pendidikan Barat, terutama pada level perguruan tinggi, sebagai pendidikan yang tidak diutamakan. Mereka tidak menuntut ilmu pengetahuan dari sudut pandang tawhid, atau tidak pula memperoleh pengetahuan demi kepentingan diri mereka sendiri, apalagi jika pengetahuan itu berasal dari lembaga pendidikan non-Muslim. Selama umat Islam paham dengan jelas tentang nilai-nilai Islam mereka, tidak perlu ada yang ditakutkan akan tingkat pengetahuan yang berasal dari sumber asing tersebut. Untuk mengejar ilmu pengetahuan atau…

Baca lebih lanjut ...