Putin memerintahkan balasan “mendalam” atas uji coba rudal AS, dan berkata Washington berusaha melanggar INF

Download

23 Agustus 2019

 

Angkatan Bersenjata Rusia akan mengamati dengan cermat uji coba rudal jelajah yang baru-baru ini dilakukan oleh AS setelah runtuhnya perjanjian INF yang begitu penting, dan mempertimbangkan langkah-langkah balasan. Namun, Moskow mengatakan bahwa ini bukan untuk perlombaan senjata.

Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan Kementerian Pertahanan dan badan-badan lainnya untuk “mengkaji tingkat ancaman dari tindakan AS ini dan mengambil langkah-langkah mendalam untuk menyiapkan balasan simetris.

Putin berbicara beberapa hari setelah militer AS melakukan uji coba menembakkan rudal jelajah Tomahawk versi darat yang menempuh jarak 500 km (310 mil) sebelum mengenai sasaran.

Jenis senjata yang ditembakkan dari sistem peluncuran Mk-41 universal di California adalah jenis senjata yang dilarang dalam Pakta Intermediate-Range Nuclear (INF) 1987, yang secara resmi dibatalkan secara sepihak oleh AS pada tanggal 2 Agustus.

Washington dengan keras membantah kemungkinan rudal Tomahawk yang berbasis di laut ditembakkan dari Mk-41 yang berbasis di darat,” kata Putin. Oleh karena itu, seseorang “tidak bisa membantah” pelanggaran perjanjian yang sekarang sudah tidak berlaku, tambahnya. Putin mengatakan bahwa sudah bukan rahasia lagi bagi Rusia “kalau AS telah mengembangkan senjata terlarang untuk waktu yang cukup lama.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia secara konsisten menyuarakan kegelisahannya atas sistem rudal AS, yang ditempatkan di negara-negara seperti Romania, atau negara-negara seperti Polandia, yang digunakan untuk tujuan ofensif. Moskow menjadi semakin khawatir tentang jenis-jenis peluncur ini, tetapi Washington selalu menutup telinga terhadap kekhawatiran ini.

Kini, muncul pertanyaan, bagaimana cara kita untuk mengtahui apa yang akan terjadi di Romania dan Polandia? Fasilitas pertahanan rudal ataukah sistem serangan roket jarak jauh?

Sebelum penarikan diri dari INF, Washington menuduh Moskow melanggar perjanjian dengan mengembangkan rudal 9M729 serta peluncur dan peralatan terkait yang dicakup dalam perjanjian tersebut. Rusia pada akhirnya mengatakan bahwa Washington gagal membuktikan bahwa rudal 9M729 melanggar kesepakatan dan Rusia juga menyatakan bahwa AS hanya mencari dalih untuk menarik diri dari perjanjian.

Presiden Rusia memperingatkan bahwa karena AS tidak lagi terikat oleh perjanjian penting tersebut, Moskow akan melakukan segala sesuatu untuk melindungi dirinya dari ancaman yang muncul atau yang ada. Memang, militer Rusia mencari “sistem senjata terbaru dan yang tak tertandingi,” tetapi upaya itu diperkuat dikarenakan penarikan Washington dari kesepakatan kendali senjata lain, Perjanjian Rudal Anti-Balistik (ABM) pada tahun 2002.

Kami terpaksa memastikan keamanan rakyat dan negara kami. Kami melakukannya sekarang dan akan melakukannya di masa depan.

Apa pun niat yang dimiliki AS, Rusia – yang anggaran militernya lebih kecil daripada AS, Cina, Arab Saudi, Inggris, Prancis, dan Jepang – “tidak pernah menginginkan, tidak mau, dan tidak ingin terlibat dalam perlombaan senjata mahal yang akan merusak ekonomi kita.

 

Sumber: RT News. Putin orders ‘exhaustive’ response to US missile test, says Washington worked to breach INF. https://www.rt.com/news/467125-putin-response-us-missile-test/. Diakses pada tanggal 23 Agustus 2018.

Please share this post

Terkait

Leave a Comment