Al Masih Ad Dajjal

Download
  • Apa itu Dajjal?
  • Siapa itu Dajjal?

Impian atau cita-cita terbesar kaum Yahudi selama ini adalah kembali ke Tanah Suci (Palestina-Yerusalem) sebagai penguasa hingga mereka bisa mendirikan kembali Kerajaan Israel Superpower yang pernah didirkan Nabi Daud Alaihis Salam dan Nabi Sulaiman Alaihis Salam yang ibu kotanya Yerusalem.

Sampai saat ini, Bani Israel masih percaya bahwa sosok yang dapat mewujudkan impian tersebut adalah seorang Nabi yang dijanjikan dan dinanti-nantikan. Nabi tersebut adalah Al Masih, yang tidak lain adalah Nabi Isa Alaihis Salam. tapi sayangnya Bani Israel tidak mengakui kalau Nabi Isa Alaihis Salam adalah Nabi yang dijanjikan tersebut. Oleh karena itu, sampai detik ini mereka masih yakin kalau Nabi yang dijanjikan itu belum muncul.

Tapi Bani Israel tertipu. Mereka tertipu akibat sifat angkuh, sombong, merasa paling istimewa, merasa paling benar, arogan, kejam yang ada pada diri mereka sendiri. Mereka pikir Al Masih yang nanti akan muncul adalah Al Masih yang dijanjikan. Kenyataannya, yang mereka nantikan adalah Al Masih Ad Dajjal. Sebuah makhluk yang Allah Subhanahu wa ta’ala ciptakan untuk menguji umat manusia, khususnya untuk menguji Bani Israel.

Al Masih Ad Dajjal

Dajjal adalah sebuah makhluk atau ‘wujud’ yang akan menyamar sebagai Al Masih dan menipu Bani Israel agar mereka percaya bahwa dia adalah Al Masih yang sesungguhnya. Dalam agama Kristen, Dajjal disebut sebagai Anti-Kristus. Dajjal diciptakan oleh Allah Subhanahu a ta’ala dengan segala kebijaksanaan-Nya. Allah telah menciptakan dan memberikan karunia-Nya kepada Dajjal berupa kekuasaan (kekuatan) yang menakjubkan, pandai dalam banyak hal, dan dengan kemampuan yang besar dalam tipu muslihat. Dajjal diciptakan di masa yang sama dengan masa penciptaan Nabi Adam Alaihis Salam, karena Rasulullah saw pernah bersabda bahwasanya:

Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada wujud manusia sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang lebih besar dari dajjal.”Shahih Muslim, Kitab: Fitnah dan tanda kiamat ›› Bab 1388. Beberapa Hadits tentang Dajjal.
Abdullah bin Umar mengatakan, Rasulullah saw berdiri di tengah-tengah sahabat lantas memuji Allah dengan pujian selayaknya bagi-Nya, kemudian beliau menyebut-nyebut dajjal dan mengatakan;“Sungguh saya mengingatkan kalian tentang dajjal, dan tidak ada seorang pun Nabi melainkan telah mengingatkan kaumnya tentang dajjal, …”Shahih Bukhari, Kitab: Fitnah ›› Bab 3732. Dajjal

Ini berarti Dajjal telah lama diciptakan dan di akhir zaman dia akan dilepaskan ke dunia di mana ia memiliki tugas/misi yang bersifat umum dan khusus. Tugas umum Dajjal adalah untuk menguji keimanan semua manusia, apakah mereka memiliki keyakinan dan ketakwaan sebenar-benarnya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala semata atau tidak sama sekali. Mereka yang gagal dalam ujian tersebut akan menuju ke arah api neraka jahannam. Ujian yang dimiliki Dajjal adalah ujian yang paling sulit sepanjang sejarah peradaban manusia. Rasulullah saw sendiri telah menyampaikan peringatannya dalam sabdanya:

Dalam Sunan Ibnu Majah, Shahih ibn Khuzaimah, dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dari Abu Umamah bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Hai sekalian manusia, sesungguhnya sejak Allah memperbanyak keturunan Adam, tak ada di muka bumi fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal. Dan Allah Azza wa Jalla tidak mengutus seorang nabi kecuali ia memperingatkan kaumnya dari (bahaya) Dajjal. Aku adalah nabi terakhir, dan kalian adalah umat terakhir. Ia (Dajjal) pasti akan muncul di tengah-tengah kalian,”Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, VI, h. 273, no. 7752.

Ini adalah satu peringatan keras dari beliau kepada umatnya. Dan oleh karena itu, semestinya kita selaku umat akhir zaman, umat Rasulullah saw pantang atau tidak boleh sama sekali memandang remeh, memandang sebelah mata tentang perihal ini.

Dajjal tidak hanya diciptakan untuk menguji seluruh manusia, tapi dia juga diciptakan untuk tujuan khusus, yakni menyamar sebagai Al Masih Putra Maryam Alaihis Salam agar Bani Israel percaya kalau Al Masih Ad Dajjal adalah Al Masih yang dijanjikan (seperti yang dijelaskan dalam artikel Bani Israel dan Yerusalem). Dan bagaimana cara Dajjal meyakinkan Bani Israel kalau dia adalah Al Masih yang dinanti-nantikan?

  1. Dia harus membebaskan Tanah Suci (Yerusalem) dari kekuasaan Bangsa non-Yahudi, yakni Khilafah Utsmaniyah.
  2. Dia harus membawa Bani Israel kembali/pulang/berimigrasi ke Tanah Suci (Yerusalem) setelah sebelumnya Bani Israel berdiaspora di muka bumi.
  3. Dia harus mendirikan kembali Negara Israel sebagaimana yang didirikan oleh Nabi Daud Alaihis Salam.
  4. Dia harus membuat Negara Israel menjadi negara Superpower sebagaimana ketika zaman Nabi Sulaiman Alaihis Salam, dan dia harus menjadi pemimpinnya ketika muncul ke dunia kita (Khuruj) dan mengaku sebagai Al Masih yang dijanjikan.

Di antara 4 poin di atas, hanya poin empat yang belum berhasil dia lakukan. Kita tahu, misi pertama berhasil dia laksanakan ketika seorang Jendral dari Inggris yang bernama Allenby berhasil merebut Tanah Suci dari kekuasaan Utsmaniyah pada tahun 1919. Saat itu Inggris adalah negara superpower sebelum digantikan Amerika Serikat. Namun, kekuasaan Inggris atas Tanah Suci hanya berumur 29 tahun. Hal itu karena Inggris tidak lagi menjadi negara superpower setelah kalah dalam Perang Dunia 1 dan 2, dan status ‘negara superpower’ berpindah ke Amerika Serikat. Misi yang pertama selesai!

  • Bagaimana dengan misi yang kedua?
  • Bagaimana caranya memulangkan Bani Israel ke Tanah Suci, setelah 2000 tahun lamanya mereka berdiaspora?

Mereka pulang ke Tanah Suci setelah mendapat intimidasi dari orang Eropa, apalagi Pemimpin Nazi Adolf Hitler menganiaya dan membantai mereka di Jerman. Jadi, perlakuan kejam NAZI Jerman kepada orang Yahudi tidak hanya karena kebencian, tapi juga direncanakan untuk tujuan tertentu, yakni membuat kaum Yahudi kembali ke Tanah Suci.

Juga, mereka diiming-imingi oleh pendirian negara yang bisa mereka kuasai sepenuhnya setelah zionis berhasil melobi Inggris agar menyerahkan Tanah Suci kepada umat Yahudi melalui ‘Deklarasi Balfour’. Setelah Negara Israel berdiri pada tahun 1948, sekitar 3 juta lebih umat Yahudi telah berpindah ke Tanah Suci. Misi yang kedua sukses!

Misi ketiga tercapai ketika Negara Israel berdiri tahun 1948 dengan presiden pertamanya Dr. Chaim Weizmann. Dia lah yang menghadap langsung kepada Arthur James Balfour agar Inggris bersedia memberikan Tanah Suci kepada Israel. Banyak pertentangan dari dunia Islam, khususnya dunia Arab, terhadap berdirinya Negara Israel saat itu. Namun, sampai saat ini pertentangan itu tidak menghasilkan apa-apa, bahkan Negara Israel kini bertambah kuat, sedangkan dunia Islam bertambah lemah. Misi yang ketiga selesai!

Bagaimana dengan misi yang keempat? Misi yang satu ini belum berhasil, tapi akan terwujud ketika status ‘superpower’ berpindah dari Amerika Serikat ke Negara Israel. Kekuatan Amerika Serikat saat ini sedang melemah, salah satunya karena faktor ekonomi. Tentu saja ini bukan sesuatu yang kebetulan, melainkan sesuatu yang sudah dirancang oleh sang arsitek. Apa anda masih ingat pada
peristiwa 11 September 2001 di mana runtuhnya gedung World Trade Center yang dihantam oleh pesawat membuat ekonomi Amerika melemah? Iya, itulah salah satu cara melemahkan Amerika. Namun peristiwa itu juga ditujukan untuk menghancurkan citra Islam.

Rasulullah saw bersabda bahwa Dajjal dijaga oleh Malaikat Malik Alaihis Salam, ketika Rasulullah saw melakukan perjalanan dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj:

Ibnu ‘Abbas radhiallahu anhu dari Nabi Muhammad saw bersabda: “Pada malam diisra’kan, aku melihat Musa Alaihis Salam, seorang yang berkulit sawo matang, berbadan tinggi dan rambutnya keriting bagaikan orang Syanu’ah. Dan aku melihat ‘Isa sebagai seorang yang berdada bidang, posturnya tegap atau kekar, kulitnya merah agak keputih-putihan sedangkan rambutnya ikal. Aku juga melihat Malik, malaikat penunggu neraka dan dajjal. Semuanya Allah perlihatkan kepadaku sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya, [Maka janganlah kamu (Muhammad) berada dalam keraguan untuk menjumpainya (menerima Al-Qur’an)] Q.S As Sajda, 32:23”Shahih Bukhari, Kitab: Permulaan penciptaan makhluk ›› Bab 1959. Penjelasan tentang kiamat.

Apakah Dajjal sudah dilepaskan dari penjagaan Malaikat Malik Alaihis Salam?

Rasulullah saw telah memberitahu kita bahwa Dajjal telah dilepaskan. Namun, Rasulullah saw tidak menyampaikannya secara langsung. Saat itu, Rasulullah saw mengajak Umar radhiallahu anhu dan sahabat lainnya untuk menyelidiki seorang pemuda yahudi. Anak itu sangat tidak sopan kepada Rasulullah saw hingga Umar radhiallahu anhu marah dan hendak memenggal kepala anak itu. Berikut haditsnya:

Salim bin ‘Abdullah mengatakan Ibnu ‘Umar radhiallahu anhu mengabarkan bahwa ‘Umar dan Rasulullah saw berangkat bersama rombongan untuk menemui ibnu Shayyad hingga akhirnya mereka mendapatinya sedang bermain bersama anak-anak yang lain di bangunan yang tinggi milik Bani Magholah. Ibnu Shayyad sudah mendekati baligh dan dia tidak menyadari (kedatangan Rasulullah saw ) hingga akhirnya Rasulullah menepuk punggungnya dengan tangan Beliau kemudian berkata kepada ibnu shayyad: “Apakah kamu bersaksi bahwa aku ini utusan Allah?” Maka ibnu shayyad memandang beliau lalu berkata: “Aku bersaksi bahwa kamu utusan kaum ummiyyin (kaum yang tidak pandai baca tulis).” Kemudian ibnu shayyad berkata kepada Rasulullah saw : “Apakah kamu juga bersaksi bahwa aku ini utusan Allah ?” Maka Beliau menolaknya dan berkata, “Aku beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya.” Kemudian Beliau berkata: “Bagaimana pendapatmu.” Berkata ibnu shayyad: “Karena telah datang kepadaku orang yang jujur dan pendusta.” Maka Rasulullah saw bersabda: ”Urusanmu kacau balau.” Kemudian Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku menyembunyikan suatu hal darimu, coba kamu tebak.” Ibnu shayyad berkata: “Itu adalah asap.” Beliau bersabda: “Hinalah kamu, dan kamu tidak akan melebihi kemampuanmu.” Lalu ‘Umar bin Al Khattab radhiallahu anhu berkata: “Wahai Rasulullah, biarkanlah aku memenggal leher orang ini!” Maka beliau bersabda: “Jika dia benar (Dajjal), kamu tidak akan berkuasa atasnya dan bila dia tidak benar(bukan Dajjal) maka tidak ada kebaikan buatmu dengan
membunuhnya.” Salim berkata, Aku mendengar ibnu ‘Umar radhiallahu anhu berkata: Setelah itu Nabi saw dan Ubay bin Ka’ab pergi menuju satu pohon kurma tempat ibnu shayyad sebelumnya berada sebelum dia melihat Beliau. Maka Nabi saw melihat ibnu shayyad sedang tertidur di balik baju tebalnya dengan mendengkur ringan. Dalam keadaan itu ibu dari ibnu shayyad melihat Rasulullah saw sedang duduk di bawah pohon kurma, maka ibunya berkata kepada ibnu shayyad: “Wahai Shaf (nama dari ibnu shayyad), ada Muhammad saw ”. Akhirnya ibnu shayyad terjaga. Kemudian Nabi saw bersabda: “Seandainya ibunya membiarkannya, pasti jelaslah persoalannya (dajjal atau bukan).”Shahih Bukhari, Kitab : Kesaksian ›› Bab 1619. Persaksian orang yang biasa menipu. Shahih Muslim, Kitab: Fitnah dan tanda kiamat ›› Bab 1382. Ibnu Shayyad
  • Jika memang Dajjal belum dilepaskan, lalu mengapa Rasulullah saw harus gelisah kepada Ibnu Sayyad? Mengapa Rasulullah saw harus memperhatikan Ibnu Sayyad?

Menurut para ulama, Ibnu Shayyad bukanlah Al Masih Ad Dajjal, akan tetapi dia (Ibnu Shayyad) adalah seorang pendusta, dan dia memiliki jin dan setan yang memberitahukan segala sesuatu kepadanya:

Abu Sai’d Al Khudri berkata: Aku menemani Ibnu Shayyad ke Mekkah, ia berkata padaku: Aku bertemu dengan sebagian orang, mereka mengiraku Dajjal. Bukankah kau pernah mendengar Rasulullah saw bersabda bahwa ia tidak punya anak? Aku menjawab: “Benar.” Ibnu Shayyad berkata: “Sedangkan aku punya anak. Dan bukankah kau pernah mendengar Rasulullah saw bersabda bahwa Dajjal tidak bisa memasuki Madinah dan Mekkah?” Aku menjawab (Abu Sa’id): “Benar”. Ibnu Shayyad berkata: “Sementara aku dilahirkan di Madinah dan sekarang ini aku hendak ke Mekkah.” Lalu ibnu Sa’id mengatakan, “setelah itu ia berkata kepadaku di akhir perkataannya”: “Ingat, demi Allah aku mengetahui kelahiran, tempat dan di mana dia (Dajjal) berada.” Abu Sa’id berkata: Ia mengacaukanku.Shahih Muslim, Kitab: Fitnah dan tanda kiamat ›› Bab 1382. Ibnu Shayyad
Abu Sai’d Al Khudri berkata: Ibnu Shayyad berkata padaku, aku merasa menghargainya: Aku memaafkan orang-orang. “Apa urusan kalian denganku, wahai sahabat-sahabat Muhammad, bukankah Nabi Allah saw mengatakan bahwa ia (dajjal) adalah Yahudi, sementara aku telah masuk Islam.” Ia meneruskan: “Ia (dajjal) tidak punya anak, sementara aku punya.” Ia meneruskan: “Allah mengharamkannya (dajjal) Mekkah dan Madinah, sementara aku telah menunaikan Haji.” Abu Sa’id berkata: “Ia terus berbicara hingga perkataannya menarikku,” ia berkata: “Ingat, demi Allah aku mengetahui ayah dan ibunya.” Abu Sa’id berkata: Ada yang berkata padanya: Apa kau suka bahwa kau adalah orang itu (dajjal)? Ia (ibnu Shayyad) menjawab: “Bila ia diperlihatkan padaku, aku tidak benci.”Shahih Muslim, Kitab: Fitnah dan tanda kiamat ›› Bab 1382. Ibnu Shayyad

Guru kami, Sheikh Imran Hosein, berpandangan bahwa berdasarkan hadits di atas, Dajjal telah dilepaskan sejak zaman Rasulullah saw, namun dia tidak berada dalam dimensi (ruang dan waktu) manusia, melainkan berada dalam dimensi yang lain atau dalam Al-Qur’an disebut samawat.

Rasulullah saw memberi kabar bahwa ketika Dajjal dilepaskan, dia akan hidup selama 40 hari:

Dari An Nawwas bin Sam’an Al Kilabi: … kami bertanya: “Wahai Rasulullah, berapa lama dia akan tinggal di bumi?” Beliau bersabda: “Selama 40 hari, sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan sisa harinya akan sama dengan hari kalian …”Shahih Muslim, Kitab: Fitnah dan tanda kiamat ›› Bab 1383. Dajjal dan sifatnya

Ketika ‘harinya sama dengan hari kita’, itu artinya dia berada dalam dimensi ruang dan waktu yang sama dengan kita. Tetapi sebelum itu, dia akan berada di sekitar kita dalam keadaan yang sama seperti malaikat dan jin yang selalu berada di sekitar kita, namun mereka tidak berada di dunia ‘kita’ (harinya tidak sama dengan hari kita) dan oleh karena itu kita tidak dapat melihatnya.

Dia terus-menerus melancarkan serangan untuk menguji iman kita. Dia terus menyusun dan merancang tipu muslihatnya, tetapi kita tidak mampu melihatnya dengan penglihatan panca indera normal kita karena ‘harinya’ tidak sama dengan ‘hari kita’. Di mana Dajjal berada saat dia dilepas oleh Allah Subhanahu wa ta’ala ke bumi dengan dimensi waktu ‘sehari seperti setahun’, dan kemudian ‘sehari seperti sebulan’, dan akhirnya “sehari seperti seminggu”? Kita tahu bahwa dia berada di bumi, tetapi di bagian bumi yang mana ?

Untungnya kita punya jawaban untuk pertanyaan tersebut. Jawabannya berada dalam Hadits yang dikenal sebagai Hadits Tamim Ad Dari. Tamim Ad Dari dulu seorang Kristian yang memeluk Islam di Madinah. Dia datang menemui Rasulullah saw dan menceritakan kepadanya sesuatu yang telah dia alami berkaitan dengan Dajjal. Tidak jelas apakah dia bermimpi, atau mendapat penglihatan, atau pengalaman hidup yang nyata. Nabi Muhammad saw menanggapinya dengan meminta orang-orang untuk tetap duduk setelah sholat di Masjid sehingga dia dapat menceritakan kepada mereka apa yang dialami Tamim berkaitan dengan Dajjal. Rasulullah saw menyatakan bahwa apa yang diceritakan Tamim Ad Dari membenarkan apa yang telah dia sabdakan tentang Dajjal. Inilah Hadits tersebut:

Fathimah binti Qais berkata, aku mendengar penyeru Rasulullah saw menyerukan shalat jamaah. Aku keluar ke masjid lalu shalat bersama Rasulullah saw . Aku shalat di shaff para wanita dibelakang kaum laki-laki. Ketika shalat sudah selesai, Rasulullah saw duduk di atas mimbar dan sambil tersenyum beliau bersabda, “Hendaklah setiap orang tetap berada di tempatnya.” Setelah itu beliau bertanya: “Tahukah kalian, kenapa aku mengumpulkan kalian?” mereka menjawab: Allah dan rasul-Nya lebih tahu. Beliau bersabda: “Demi Allah sesungguhnya aku mengumpulkan kalian bukanlah untuk suatu kabar gembira atau kabar buruk akan tetapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim Ad Dari (pemuda Palestina) yang dahulunya seorang laki-laki pemeluk agama Nasranai kini telah memeluk islam dan membai’atku. Ia telah berkata kepadaku dengan suatu perkataan yang pernah aku katakan kepada kalian tentang al Masih Ad Dajjal.” Ia mengisahkan perjalanannya kepadaku bahwa ia berlayar dengan sebuah kapal laut (di laut Mediterranean) bersama 30 orang laki-laki dari kabilah Lakham dan Judzam. Kemudian mereka terombang-ambing oleh ombak (badai) selama satu bulan. Hingga mereka terdampar di sebuah pulau ditengah laut di daerah tempat terbenamnya matahari, Lalu mereka duduk (istirahat) di suatu tempat yang terletak sangat dekat dengan kapal. Setelah itu mereka masuk ke dalam pulau tersebut lalu mereka bertemu dengan seekor binatang yang berbulu lebat sehingga mereka tidak dapat memperkirakan mana ekornya dan mana kepalanya karena tertutup oleh bulunya yang terlalu banyak. Mereka berkata, ‘Celaka, dari jenis apakah kamu ini?’ Ia menjawab, ‘Aku adalah al jassasah (mata-mata).’ Mereka bertanya, ‘Apa itu al jassasah?’ (tanpa menjawab) ia berkata, ‘Wahai orang-orang, pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita dari kalian!’

Tamim Ad Dari berkata, ‘Ketika ia telah menjelaskan kepada kami tentang laki-laki itu, kami pun terkejut karena kami mengira bahwa ia adalah setan. Lalu kami segera berangkat sehingga kami memasuki biara tersebut, di sana terdapat seorang manusia yang paling besar (yang pernah kami lihat) dalam keadaan terikat sangat kuat. Kedua tangannya terikat ke pundaknya serta antara dua lutut dan kedua mata kakinya terbelenggu dengan besi.’

Mereka berkata, ‘Celaka, siapakah kamu ini?’ ia menjawab, ‘Takdir telah menentukan bahwa kalian akan menyampaikan kabar-kabar kepadaku, maka kabarkanlah kepadaku siapakah kalian ini?’ Mereka menjawab, ‘Kami adalah orang-orang Arab yang berlayar dengan sebuah kapal, tiba-tiba kami menghadapi sebuah laut yang berguncang lalu kami terombang-ambing di tengah laut selama satu bulan dan teradamparlah kami di pulau ini. Lalu kami duduk di tempat yang terdekat dengan kapal kemudian kami masuk pulau ini maka kami bertemu dengan seekor binatang yang sangat banyak bulunya yang tidak dapat diperkirakan mana ekor dan mana kepalanya karena banyak bulunya. Maka kami berkata, ’Celaka, apakah kamu ini?’ ia menjawab, ‘Aku adalah al jassasah.’ (Tanpa menjawab) ia berkata, ‘Pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita yang kalian bawa!’ Lalu kami segera menuju tempat kamu ini dan kami terkejut bercampur takut karena mengira bahwa kamu ini adalah setan.’

Ia (laki-laki besar yang terikat itu) berkata, ‘Beritakanlah kepadaku tentang pohon-pohon kurma yang ada di daerah Baisan?’ Kami berkata, ‘Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?’ Ia berkata, ‘Saya bertanya apakah pohon-pohon kurma itu berbuah?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Ia berkata, ‘Adapun pohon-pohon kurma itu maka ia (sebentar lagi) hampir saja tidak akan berbuah lagi.’

Kemudian ia berkata lagi, ‘Beritakanlah kepadaku tentang danau Tiberia (Danau Galilee).’ Mereka berkata, ‘Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?’ Ia bertanya, ‘Apakah ia tetap berair?’ kami menjawab, ‘Ya.’ Ia berkata, “adapun airnya, maka ia (sebentar lagi) hampir saja akan habis.’

Kemudian ia berkata lagi, ‘Beritakanlah kepada saya tentang mata air Zugar.’ Mereka menjawab, ‘Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?’ Ia bertanya, ‘Apakah di sana masih ada air dan penduduk di sana masih bertani dengan menggunakan air dari mata air Zugar itu?’ Kami menjawab, ‘Benar, ia berair banyak dan penduduknya bertani dari mata air itu.’

Lalu ia berkata lagi, ‘Beritakanlah kepadaku tentang nabi yang ummi (Nabi non-Yahudi), apa sajakah yang sudah ia perbuat?’ Mereka menjawab, ‘Dia telah keluar dari Mekah menuju Madinah.’ Lalu ia bertanya, ‘Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab?’ kami menjawab, ‘Ya.’ Ia bertanya, ‘Apakah yang ia lakukan terhadap mereka?’ Maka kami memberitahukan kepadanya bahwa ia (Nabi) itu telah menundukkan orang-orang Arab yang bersama dengannya dan mereka menaatinya. Lalu ia berkata, ‘Apakah itu semua telah terjadi?’ kami menjawab, ‘Ya.’ Ia berkata, ‘Sesungguhnya adalah lebih baik bagi mereka untuk menaatinya dan sungguh aku akan mengatakan kepada kalian tentang diriku. Aku adalah Al Masih Ad Dajjal dan sesungguhnya aku hampir saja diizinkan untuk keluar. Maka aku akan keluar dan berjalan di muka bumi dan tidak ada satu daerah (negeri) pun kecuali aku memasukinya dalam waktu 40 malam selain Mekkah dan Thaibah, kedua negeri itu terlarang bagiku. Setiap kali aku ingin memasuki salah satu dari negeri itu maka aku dihadang oleh malaikat yang ditangannya ada pedang berkilau dan sangat tajam untuk menghambatku dari kedua negeri tersebut. Dan disetiap celahnya terdapat malaikat yang menjaganya.”

Ia (Fathimah, si perawi hadits) berkata, Rasulullah saw bersabda sambil menghentakkan tongkatnya di atas mimbar, “Ini lah Thaibah, ini lah Thaibah, ini lah Thaibah (maksudnya kota Madinah). Bukankah aku sudah menyampaikan kepada kalian tentang hal itu?” Orang-orang (para sahabat) menjawab, “Benar.” Beliau saw berkata, “Saya tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Tamim Ad Dari, karena ia sesuai dengan apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Mekkah. Bukankah ia (lokasi Dajjal) terletak di laut Syam atau laut Yaman?’ Di mana Rasulullah saw mengisayaratkan tangannya ke arah timur. Ia (Fathimah) berkata, “Hal ini saya hafalkan dari Rasulullah saw .”Shahih Muslim, Kitab: Fitnah dan tanda kiamat ›› Bab 1387. Kisah Jassasah

Sangat jelaslah ketika Dajjal dilepas ke dunia, secara geografis dia berada di pulau itu, dan dari pulau itu dia akan berusaha untuk meniru Al Masih dengan membebaskan Tanah Suci dari kekuasaan umat non-Yahudi, dst. Pulau yang mana?

Kami berpendapat bahwa pulau yang dimaksud dalam Hadits tersebut adalah Inggris. Bukti yang mendukung pendapat kami benar-benar mengejutkan.

Pada tahun 1917, Menteri Luar Negeri Britania Raya (Kerajaan Inggris), Arthur James Balfour, mengirimkan surat kepada Lord Rothschild (Walter Rothschild dan Baron Rothschild), pemimpin komunitas Yahudi Inggris, agar dikirimkan kepada Federasi Zionis (Gerakan Zionis). Surat ini kemudian dikenal sebagai Deklarasi Balfour. Surat itu menyatakan bahwa pemerintah Inggris mendukung rencana-rencana Zionis di Tanah Suci.

Pada tahun 1917, Palestina berhasil ditaklukkan oleh Tentara Inggris yang dipimpin oleh Jend Edmund Allenby. Dengan demikian, Inggris telah menguasai Tanah Suci dan menguasainya dari tahun 1917 sampai 1945. Dalam periode tersebut, dunia menyaksikan perpindahan massal umat Yahudi-Eropa ke Tanah Suci. Kebencian orang-orang Jerman yang sangat besar pada umat Yahudi karena pengkhianatan mereka dalam Perang Dunia Pertama (kaum Yahudi Jerman membuat perjanjian dengan Inggris bahwa mereka akan mengajak AS untuk ikut dalam perang membantu Inggris, jika Inggris, sebagai balasannya, berjanji memberikan Tanah Suci kepada mereka jika perang berhasil dimenangkan) dan sebagai akibatnya Pemerintahan Hitler melakukan penyiksaan massal terhadap kaum Yahudi sehingga jumlah perpindahan umat Yahudi dari Eropa ke Tanah Suci meningkat secara dramatis.

Sebagai tambahan, kami menekankan bahwa Pulau Inggris terletak di seberang Laut Mediterania dengan jarak sekitar sebulan perjalanan kapal layar dari Tanah Arab! Penting juga untuk diketahui bahwa Inggris memiliki mata-mata (al jassasah) yang hebat. Film-film Sherlock Holmes dan James Bond adalah cerita fiksi yang menyamai keahlian Lawrence of Arabia.

Tentu saja akan ada orang-orang yang tidak setuju dengan pendapat kami yang mengidentifikasikan Inggris sebagai pulau yang disebutkan dalam Hadits di atas. Dengan sangat hormat, kami meminta pada orang-orang seperti itu untuk
mengoreksi kami dengan memberikan bukti yang kuat untuk membenarkan pandangan mereka dan menyalahkan pandangan kami.

Tetapi, kemudian ada satu momen yang aneh dan misterius, yakni Inggris berhenti menjadi ‘Negara Penguasa’ di dunia dan digantikan oleh Amerika Serikat. Sama anehnya dengan Inggris yang terobsesi dengan Tanah Suci (Deklarasi Balfour) yang mana warga Inggris pun tidak mampu menjelaskan obsesi tersebut, Amerika Serikat pun memiliki obsesi yang sama dengan Tanah Suci. Contohnya, Amerika Serikat adalah negara pertama yang ‘mengakui’ Negara Israel saat negara itu baru saja memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1948.

Sejak saat itu, Amerika Serikat menjadi pelindung utama Israel! AS memberikan bantuan keuangan, ekonomi, dan militer secara berlimpah kepada Israel. Kenyataannya, bantuan Amerika Serikat (US-Aid) untuk Israel hampir melebihi total bantuan Amerika Serikat untuk bagian dunia lainnya. Beberapa bantuan Amerika Serikat diberikan kepada Israel melalui pemerintah tetapi sejumlah bantuan yang banyak juga diberikan kepada Israel melalui kaum Yahudi kaya-raya yang tinggal di Amerika Serikat. Sejauh ini bantuan militer telah diberikan melalui ‘jalan depan’ dan beberapa lainnya melalui ‘jalan belakang’ (kasus Jonathan Pollard yang memberikan dokumen rahasia senjata nuklir milik Amerika Serikat kepada Israel adalah kasus yang paling terkenal). Sebagai akibatnya, Israel menjadi negara yang memiliki senjata nuklir, dan mungkin nanti Israel memiliki senjata canggih yang sebanding dengan negara superpower lainnya.

Kesimpulan kami adalah secara geografis Dajjal berada di Amerika Serikat selama tahap hidupnya di bumi saat ‘sehari seperti sebulan’.

Kami melanjutkan argumen bahwa sekarang kami dapat menunjukkan lokasi Dajjal di bumi ketika ‘sehari seperti sepekan’, yang akan menyaksikan Amerika Serikat digantikan oleh Israel sebagai Negara Penguasa di dunia. Kenyataannya, kami berpendapat bahwa serangan terhadap Amerika Serikat pada 11 September 2001 adalah proses awal terjadinya pergantian Negara Penguasa.

Karena Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa, “… Al-Qur’an diturunkan untuk menjelaskan segala sesuatu …”, maka implikasinya adalah Al-Qur’an bisa menjelaskan peristiwa paling mengejutkan yang terjadi dalam sejarah religius manusia, yaitu kembalinya Negara Israel di Tanah Suci setelah hampir dua ribu tahun negara itu dihancurkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Tujuan kami kembali kepada Al Qur’an sebagai sumber penjelasan mengenai hal ini adalah untuk mengarahkan perhatian pada petunjuk Ilahi yang akan membantu umat Muslim di seluruh dunia agar dapat menanggapi dengan tepat terhadap berbagai peristiwa aneh yang terjadi di Tanah Suci.

Jika Negara Israel hendak menjadi negara superpower, Negara Israel tidak cukup hanya dengan memiliki senjata mematikan, namun Negara Israel harus menguasai Sistem Moneter Internasional. Di mana sebelumnya Inggris menjadi pusat finansial dunia pertama yang berpusat di kota London, sedangkan Amerika Serikat menjadi pusat finansial dunia kedua yang berpusat di kota Washington dan New York. Inggris dan Amerika Serikat menguasai finansial dunia dengan menciptakan uang yang sejatinya terbuat dari hampa udara alias kertas, yang merupakan penipuan terbesar sepanjang sejarah dunia.

Lalu, bagaimana caranya Negara Israel menguasai finansial dunia? Jawabannya adalah dengan menciptakan sebuah sistem moneter berbasis eloktronik, dan menggantikan uang kertas. Yaah, mereka sudah melakukannya dalam tingkatan internasional (skala besar), namun belum memberlakukan secara menyeluruh pada tingkatan masyarakat (skala kecil).

Ketika Negara Israel berhasil menjadi negara superpower dan menguasai keuangan dunia, di saat itu lah Imam Mahdi muncul. Sebab, proses perpindahan kekuasaan antara Amerika Serikat (Pax Americana) ke Negara Israel (Pax Judaica), Dajjal perlu menciptakan Perang Dunia Ketiga. Sebagaimana perpindahan kekuasaan dari Inggris (Pax Britanica) ke Amerika Serikat (Pax Americana) membutuhkan Perang Dunia 1 dan 2.

Namun, seperti apa wujud dan sifat Dajjal?

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhu, Rasulullah saw bersabda: “…sesungguhnya dajjal itu buta sebelah sedang Allah tidak buta sebelah”Shahih Muslim, Kitab: Fitnah dan tanda kiamat ›› Bab 1387. Kisah Jassasah
Hudzaifah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Dajjal, buta mata sebelah kanan, berambut ikal, bersamanya ada surga dan neraka, nerakanya (berpegang teguh pada Agama Allah seperti memegang bara api) adalah surga dan surganya (kesenangan dunia) adalah neraka”Shahih Muslim, Bab: Fitnah dan tanda kiamat ›› 1383. Dajjal dan sifatnya
Anas bin Malik berkata, Rasulullah saw bersabda: “Tertulis di antara kedua matanya (dajjal) KA FA RA, yaitu kafir, setiap mukmin (orang yang benar-benar beriman dalam hatinya dengan sungguh-sungguh dan mengkhayati Islam di dalam hatinya) bisa membacanya, baik yang buta huruf maupun bisa baca tulis”Shahih Muslim, Bab: Fitnah dan tanda kiamat ›› 1383. Dajjal dan sifatnya

Apakah Hadits itu bisa dipahami secara harfiah? atau dipahami dengan menginterpretasinya (Ta’wil)? Kami berpandangan bahwa buta yang dimaksud bukanlah buta pada mata yang ada dikepala, melainkan buta yang ada di dalam hati.

  أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ ﴿

  يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى

  الْأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي

﴾ فِي الصُّدُورِ

“Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada”Q.S Al Hajj, 22:46

Hal tersebut juga berlaku bagi kita jika ingin melihat Dajjal. Dalam hadits di atas, disebutkan bahwa orang-orang yang bisa melihat Dajjal adalah Mu’min, sedangkan Muslim belum tentu Mu’min, dan Mu’min sudah pasti Muslim. Inilah yang telah kami jelaskan pada Bab tulisan yang berjudul “Al Ihsan”, melihat dengan mata spiritual. Seorang Mu’min akan mampu membaca tulisan “kafir” di dahi Dajjal, meskipun dia buta huruf. Oleh karena itu, orang seperti Abu Jahal atau Abu Lahab tidak akan mampu membacanya, walaupun keadaan mata fisik mereka baik-baik saja.

“Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami, dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka memiliki telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar, mereka seperti hewan ternak bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai”Q.S Al-A’raaf, 7:179

  وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ ﴿

 لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ

 يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ

  بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ

﴾ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami, dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka memiliki telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar, mereka seperti hewan ternak bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai
Q.S Al-A’raaf, 7:179

Sedangkan orang-orang Mu’min memiliki “Bashirah” hingga mampu melihat dan mengenali Dajjal dengan bantuan “Nur” Allah Subhanahu wa ta’ala:

  يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاء وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ … ﴿

﴾ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

﴾ ﴿

﴾ ﴿

….Allah memberi petunjuk menuju cahaya-Nya (kepada) orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu
Q.S An Nuur, 24:35

Dari semua hal yang telah dijelaskan di atas, muncul pertanyaan:

  1. Apakah Dajjal melakukan misinya sendirian?
  2. Apakah Dajjal melakukan misinya dengan bantuan pihak lain?

Sebagaimana yang disampaikan Sheikh Imran Nazar Hosein, Dajjal memerintahkan pengikutnya dari dimensi lain melalui bisikan Setan. Seperti yang telah dijelaskan dalam Surah An Naas Wallahu A’lam Bishawab:

﴾ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿

﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿

﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ ﴿

“dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia” Q.S An Naas, 114:4-6

Tapi, pihak mana yang membantu Dajjal dalam melaksanakan misinya? Apakah pihak tersebut membantu Dajjal secara sadar atau tidak sadar? Untuk lebih jelasnya, silahkan baca:

  • Hubungan antara Ya’juj, Ma’juj dan Yerusalem
  • Ya’juj dan Ma’juj
Please share this post

Terkait

Leave a Comment