Ini lah transparansinya sekarang! NATO akan mengerahkan 45.000 pasukan di dekat perbatasan Rusia, menyebutnya sebagai pertahanan

Ketika Rusia masih terus-terusan dituduh melakukan agresi, NATO mengerahkan 45.000 pasukan ke Eropa Utara dalam sebuah latihan terbesar sekutu yang mereka sebut “pertahanan” sejak akhir Perang Dingin.

Lima puluh pesawat tempur, 70 kapal, dan sekitar 10.000 kendaraan darat akan ikut dalam latihan Trident Juncture 18 NATO, yang akan dimulai pada tanggal 25 Oktober, dengan latihan di medan secara langsung berlanjut hingga 7 November. Tiga puluh satu negara sekutu dan mitranya dijadwalkan ikut berpartisipasi.

Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg menjelaskan manuver militer besar-besaran sebagai “pertahanan dan transparan,” menambahkan bahwa semua anggota the Organization for Security and Co-operation di Eropa (OSCE), termasuk Rusia, telah diundang untuk mengutus pengamat.

Latihan ini akan mensimulasikan pertahanan negara anggota yang diserang oleh agresor “fiksi“, tetapi lokasi latihan di Norwegia, Finlandia, dan Swedia hanya menyisakan sedikit imajinasi. Para pengamat sudah mencatat tata cara latihan tahun ini mungkin didorong oleh perjuangan yang sedang tumbuh bersama Rusia demi mengontrol Arctic yang sangat penting secara strategis.

Latihan ini juga akan menguji kemampuan sekutu untuk beroperasi dalam cuaca dingin – tetapi tampaknya setidaknya beberapa negara NATO gagal mempersiapkan pasukan mereka dengan baik dengan cuaca di Norwegia yang dingin: Sekitar 1.000 tentara Belanda yang akan ikut dalam latihan diminta untuk membeli sendiri pakaian hangat yang cocok, dengan pemerintah Belanda dilaporkan memberikan masing-masing prajurit € 1.000 (US $ 1.167) untuk menyediakan celana hangat.

Meskipun ini bukan latihan Trident Juncture yang pertama, latihan tahun ini akan lebih besar dari apa pun yang terlihat setidaknya sejak runtuhnya Uni Soviet tahun 1991. Latihan Trident Juncture 2015, misalnya, melibatkan 36.000 pasukan internasional serta 60 kapal perang dan sekitar 200 pesawat tempur.

NATO secara signifikan meningkatkan kehadiran dan aktivitas militernya di sepanjang perbatasan Rusia, termasuk di negara-negara Baltik dan Eropa bagian timur, sejak reunifikasi Crimea dengan Rusia dan pecahnya konflik di timur Ukraina pada tahun 2014. Dalam beberapa bulan terakhir saja, sekutu sudah menyelenggarakan sejumlah latihan tingkat tinggi. Pada bulan Juni, lebih dari 18.000 tentara dari 19 negara mengambil bagian dalam latihan Saber Strike selama dua minggu, yang diadakan di Polandia dan Baltik. Kemudian pada akhir Agustus, Latvia menjadi tuan rumah pertandingan perang terbesar yang pernah dipentaskan di wilayahnya sejak kemerdekaannya. Sekitar 10.000 pasukan lebih dari selusin negara NATO berpartisipasi dalam latihan tersebut.

Jumlah pasukan NATO yang ditempatkan di wilayah itu juga meningkat. Polandia telah menawarkan US $ 2 miliar untuk mendirikan pangkalan militer permanen di wilayahnya, dan di Norwegia, kontingen Marinir AS ditingkatkan dari 330 menjadi 770.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova berkomentar pada awal pekan ini bahwa “peningkatan aktivitas militer dan politik NATO di wilayah Arktik, yaitu, di sekitar Rusia di wilayah utara Norwegia, belum luput dari perhatian.

Dan sementara NATO bersiap untuk latihan militer terbesarnya dalam dua dekade lebih, sekutu ini juga membidik Rusia di bagian cyber: Sebuah rentetan tuduhan terhadap Rusia atas dugaan peretasan yang diperintahkan pemerintah anehnya bertepatan dengan pertemuan NATO tentang cyberwarfare.

 

Sumber: RT News. Now this is transparency! NATO to deploy 45,000 troops near Russian border, calls it ‘defensive’. https://www.rt.com/news/440443-nato-trident-juncture-russia-aggression/

Download

Terkait

Leave a Comment