Wanita dalam Islam

Download

Oleh: Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah

 

 

Salah satu aspek yang akan saya sampaikan adalah prinsip-prinsip dalam Islam di mana wanita masih punya keadaan terhormat. Wanita adalah bagian paling penting dari umat manusia. Semua guru besar di dunia ini berhutang budi kepada seorang wanita. Hampir semua budaya di dunia ini, wanita telah dimanfaatkan hanya karena mereka berjenis kelamin yang fisiknya lebih lemah dari laki-laki. Secara fisik, wanita tidak pernah bisa sekuat laki-laki. Kelemahan wanita yang luar biasa ini telah membuat budaya dan peradaban yang berbeda memanfaatkan wanita dan akibatnya sangat menyedihkan. Bahkan seorang laki-laki seperti Aristoteles, yang dianggap sebagai bapak filsafat, mengatakan hal yang tidak masuk akal tentang wanita. Dia mengatakan kalau wanita adalah sesuatu yang aneh dari alam, yaitu ketika alam gagal menghasilkan manusia yang sesungguhnya, yaitu laki-laki, dan hasilnya malah wanita. Pandangan yang sama juga diungkapkan oleh Plato, dan beberapa pemikir abad pertengahan dan modern lainnya.

Di antara beberapa agama di dunia ini, sejauh catatan sejarah, kita mengetahui kalau seorang wanita dianggap bagaikan sebuah barang. Dalam agama Yahudi-Kristen, seperti dalam kitab Kejadian, mengembangkan sebuah teori yang menghina martabat wanita.

Di dalam Alkitab, kita membaca kalau Hawa berasal dari tulang rusuk Adam. Di sini, seorang wanita dibuat tunduk kepada laki-laki: dan ini sesuatu yang tidak normal lagi. Selain itu, ketika iblis bersekongkol untuk menjatuhkan Adam, dan Paulus berkata dengan tegas bahwa Iblis tidak mampu mengalahkan Adam, yang diciptakan dengan gambaran Allah. Juga, Paulus berkata:

“Wahai wanita, Tuhan telah mengutukmu karena membuat Adam tersesat yang Tuhan ciptakan dengan gambaran-Nya sendiri dan iblis tidak dapat membuatnya menyimpang.” Rupanya, ketika iblis gagal menipu Adam, dia mendekati Hawa, yang jatuh ke dalam perangkapnya. Melalui Hawa, Iblis mampu menjatuhkan Adam. Adam menyerah pada kecantikan wanitanya dan dari sini lah “asal-usul dosa” terbentuk.

Selanjutnya, kita tahu kalau bahasa Inggris telah mengabadikan sifat jahat Hawa dalam bahasa itu sendiri: Hawa dianggap sebagai sesuatu yang jahat, dan penipu. Saint Gerome, Thanasius, dan banyak lagi, memberikan judul-judul berikut terkait wanita: “Serangkaian kalajengking“; “Desisan si ular“; “Pintu gerbang menuju neraka“; “Putri dari kejahatan dan binatang buas” dan “yang paling berbahaya“.

Beberapa hal malah makin memburuk ketika para ayah dari umat Kristen mulai belajar filsafat, yang seharusnya bisa memperluas visi dan pandangan seseorang. Santo Agustinus, seorang laki-laki yang sangat berbudaya menyarankan kaum laki-laki agar jangan berbicara dengan para wanita tentang agama. Santo Agustinus mengatakan: “Saya tidak akan membiarkan seorang laki-laki mengotori kesucian pribadinya dengan kotoran yang dihasilkan dari kehidupan pernikahan. Namun, jika ada seorang laki-laki yang takut tidur sendirian di malam hari, maka dia boleh menikah.” Ini lah sejarahnya! Wanita yang malang telah dimanfaatkan sebagai budak. Pembuat hukum Hindu (Manu) mengatakan: “Seorang wanita harus selalu tetap tunduk pada seorang laki-laki, sebagai istri bagi suaminya, sebagai seorang janda bagi putranya, sebagai saudara bagi saudara laki-laki-nya”. Karena itu lah dalam agama Hindu, seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya, akan membakar dirinya hidup-hidup di atas tumpukan kayu bakar (Sati/Pati Obong). Sungguh kisah tragis dan menyedihkan yang tercatat dalam “Encyclopedia of Religion and Ethnic.

Sati/Pati Obong

Ketika Nabi Muhammad (صلى الله عليه وسلم) diutus ke dunia, beliau datang ke suatu kaum (jamaah) bodoh yang memperlakukan wanita dengan hina. Mereka mengubur anak gadisnya hidup-hidup karena mereka pikir kelahiran seorang anak gadis adalah dosa. Seorang laki-laki dapat menikahi banyak wanita sesuka hatinya, tetapi Al-Qur’an diturunkan untuk membatasi poligami dengan empat wanita. Syarat-syarat keadilan yang ketat (‘adl) pada hakekatnya mustahil bagi seorang laki-laki untuk menyadarinya.

Pendapat yang menyatakan kalau Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam sama sekali tidak ada sumbernya dalam Al Qur’an atau Hadits. Baru-baru ini, saya membaca sebuah buku berbahasa Urdu, yang dicetak di Afrika Selatan, ditulis oleh seseorang Maulana yang menyatakan hal-hal mengerikan tentang status seorang wanita yang sama sekali tidak punya dasarnya. Kita selama ini telah mengambil pemikiran Kristen lama yang menyatakan kalau Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam dan kaum Hawa tunduk kepada kepada kaum Adam. Dan dalam buku Urdu itu dijelaskan kalau Wanita tidak dapat punya status merdeka, baik secara ekonomi, moral atau hukum. Istri saya sangat sedih ketika membaca ‘omong kosong’ ini dan saya sarankan agar dia menulis surat protes kepada penerbitnya.

Bagaimana sudut pandang Islam? Kita tahu kalau Alkitab mengatakan bahwa iblis ingin menipu Adam, Al Qur’an mengatakan hal yang sama. Alkitab mengatakan kalau Hawa telah terpedaya. Al-Qur’an mengatakan:

﴾… فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا ﴿

Kemudian setan membuat mereka terusir darinya (taman surga) …Q.S Al Baqarah, 2:36

Keduanya disesatkan, bukan Hawa saja. Dalam ayat di atas tidak ada nama yang disebutkan, melainkan kata ganti ganda (jamak: lebih dari satu) yang digunakan. Semua kesalahan tentang Hawa dihapus. Al Qur’an menyatakan:

  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ﴿

  نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ

﴾… مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء

Hai sekalian manusia! Takutlah kepada Tuhanmu atas kewajibanmu kepada Allah tentang hubungan kalian satu sama lain, yang menciptakan kamu dari satu entitas yang hidup dan menciptakan pasangannya darinya dan memperbanyak pria dan wanita. …Q.S An Nisaa, 4:1

Kita tahu dalam ilmu biologi, sel kesatuan ini adalah dasar kehidupan dan membelah diri dengan proses fisi. Sel ini kemudian terbagi menjadi dua. Al-Qur’an mengatakan:

﴾… مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ …﴿

… menciptakanmu dari satu entitas hidup atau organisme …Q.S An Nisaa, 4:1

Istilah “laki-laki” tidak bermaksud ke semua laki-laki. Ini maksudnya adalah sel tunggal yang berevolusi menjadi Hawa di satu sisi dan Adam di sisi lain, dan sel itu adalah sel pertama yang terwujud. Tidak masuk akal kalau Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Al-Qur’an menegaskan kalau keduanya adalah manusia dengan status yang sama.

Status terkondisi/bersyarat (variabilitas kondisi), bagaimanapun, menunjukkan bahwa ada waktunya ketika laki-laki lebih unggul pada waktu-waktu tertentu dan begitu juga wanita. Menurut Islam, suami dan istri punya kewajiban hukum yang sama terhadap satu sama lain. Istri tidak lah tunduk kepada suami. Menurut Al-Qur’an:

﴾ وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ﴿

… Bagi mereka adalah karena apa yang menjadi hak mereka. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya …Q.S Al Baqarah, 2:228

Ilustrasi

Maknanya adalah sebagai manusia mereka setara tetapi sebagai fungsi dalam masyarakat, suami punya satu tingkatan kelebihan karena ia mampu menjalani kesulitan hidup dan membantu orang lain. Laki-laki tidak punya kekurangan biologis (fisik) yang ada pada istrinya. Kita diberitahu:

﴾… الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء﴿

Laki-laki (suami) itu adalah pelindung dan penjaga kaum istri-istri mereka …Q.S An Nisaa, 4:34

Suami harus tetap terjaga sepanjang malam jika terjadi sesuatu yang buruk, atau jika ada bahaya, karena dia telah dijadikan sebagai pelindung istri dan keluarganya. Di sini lah mengapa mahkota ditempatkan pada kepalanya, namun mahkota itu adalah mahkota tahta. Al Qur’an lebih lanjut menyatakan:

﴾… بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ …﴿

… (karena) Allah telah memberikan kemampuan yang berbeda kepada manusia yang berbeda. …Q.S An Nisaa, 4:34

Beban ekonomi juga hanya berada di pundak suami saja:

﴾… وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ …﴿

… Dan karena mereka mendukung mereka dari cara mereka. …Q.S An Nisaa, 4:34

Begini hukumnya: jika suami miskin dan istri kaya, (karena mendapatkan lebih banyak atau meski hanya warisan), suami hanya boleh memohon bantuan dari istrinya, sang suami tidak bisa memaksanya. Jika sang istri dipaksa suami, maka sang istri punya alasan yang sah untuk bercerai. Suami tidak dapat memaksa istrinya untuk bekerja bahkan untuk mencukupi kebutuhannya sendiri karena hal itu juga bergantung pada pundak suami yang miskin tadi.

Karena sang suami adalah penjaga (guardian), yang mana tanggung jawab terletak di pundaknya, maka suami punya hak veto (Hak veto adalah hak untuk membatalkan keputusan, ketetapan, rancangan peraturan dan undang-undang atau resolusi). Semua mahasiswa sosiologi tahu bahwa anda tidak dapat mengelola sebuah institusi tanpa kesatuan dalam kebijakan atau keputusan. Kebijakan yang mengatur harus berada di tangan satu orang (bukan dua atau lebih), apakah itu Negara, Sekolah, dll. Ini lah hukumnya dan itu seharusnya menjadi hukum karena Penguasa dan Pencipta alam semesta ini adalah Satu. Dari sudut pandang ini kekuatan yang sama tidak dapat diberikan kepada suami dan istri, jika sebaliknya, kehidupan keluarga akan hancur, karena istri akan menggunakan hak veto dan suaminya juga menggunakan veto, dan anak-anak yang malang tidak akan tahu apa yang harus dilakukan (dan anak-anak lah yang jadi korban). Jadi kewajiban sudah berada pada suami dan juga hak veto hanya ada pada suami. Tetapi bagaimana hak ini harus dilaksanakan?

Prinsip pertama kehidupan sosial dalam Islam adalah bahwa semua manusia harus mendasarkan hubungan mereka dengan prinsip niat baik dan saling pengertian satu sama lain. Al-Qur’an mengatakan:

﴾… وَأَصْلِحُواْ ذَاتَ بِيْنِكُمْ …﴿

… Jangan lupakan kemurahan hati dalam urusanmu dengan satu sama lain. …Q.S Al Anfaal, 8:1

Tidak hanya keadilan dan memelihara perdamaian dalam masyarakat yang sehat, tetapi kemurahan hati dan sopan santun yang harus dilakukan terhadap mereka yang lebih lemah dari kita, atau tempatkan dalam tanggung jawab kita. Ini adalah hukum yang bersifat universal (dunia atau semesta). Prinsip lainnya adalah:

﴾… وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ …﴿

… yang menyelesaikan urusan mereka dengan musyawarah (konsultasi timbal balik). …Q.S Asy Syura, 42:38

Muslim adalah mereka yang menyelesaikan semua urusan hanya atas dasar konsultasi timbal balik (musyawarah) dan bukan dengan semangat diktator (semena-mena). Prinsip-prinsip ini sangat berlaku untuk hubungan antara suami dan istri. Jadi, suami tidak boleh diktator (bersikap semena-mena) dan berkata “karena saya suami, engkau harus melakukan ini dan itu atau bersikap seperti ini dan itu atau keluar dari sini.” Suami tidak boleh berkata atau bersikap seperti itu. Fungsi suami adalah seorang penjaga, pelindung – dan secara hukum keduanya punya status yang sama.

Ilustrasi

Karena itu, suami harus mendiskusikan masalah dengan istrinya dengan rasa hormat dan sopan dan hanya ketika suami menilai kalau pendapat istrinya dalam kasus tertentu tidak benar – karena bisa terjadi demikian – maka si suami dapat mengatakan bahwa demi kepentingan keluarga dan demi kepentingan Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى), suami hendaklah mengambil sikap dan tindakan yang tidak disetujui oleh istrinya. Ketika prosedur ini diikuti maka Al-Qur’an mengatakan bahwa si istri harus mematuhinya. Ini lah bagaimana hubungan sosial dapat disesuaikan dengan benar dari sudut pandang pelaksanaannya. Begitu lah tugas wanita sebagai istri. Selain dari hal tersebut, wanita lebih unggul dari laki-laki, tiga kali lebih unggul dari laki-laki sebagai seorang ibu karena Nabi Muhammad (صلى الله عليه وسلم) bersabda tentang seorang ibu bahwa:

Rasulullah (s.a.w) bersabda: “Surga terletak di kaki ibu”

Bukan lah ayah (tapi ibu)! Jangan menyepelekan hal ini; pikirkan lah. Rasulullah (s.a.w) sangat bijaksana dalam apa pun yang dia katakan. Setiap kata yang dia ucapkan keluar dengan sangat hati-hati dan dibimbing oleh Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) sepanjang waktu seperti yang dikatakan Al Qur’an:

﴾ وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى ﴿

dia tidak berbicara atas keinginannya sendiriQ,S An Najm, 53:3

Kondisi Ramadhan di Gaza

Setiap kata yang beliau ucapkan berada di bawah pengaruh Kebijaksanaan Ilahi. Bayangkan, “Surga terletak di kaki ibu,” apa artinya? Surga telah dijadikan tempat tujuan atas segala usaha yang dilakukan dalam hidupnya. Karena itu menurut Hadits, ibu tiga kali lebih unggul dari ayah; dan saudari wanita dua kali lebih unggul dari saudara laki-laki. Seperti yang Al-Qur’an katakan:

﴾… إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ﴿

Untuk laki-laki Muslim dan wanita Muslim, untuk laki-laki beriman dan wanita beriman. …Q.S Al Ahzaab, 33:35

Semua tindakan kearifan dan ibadah setara bagi laki-laki dan wanita. Tidak seperti budaya sebelum Islam yang menganggap wanita makhluk penggoda dan tidak boleh pergi ke kuil untuk memperoleh berkat pendeta. Agama (cara hidup) seperti itu masih ada.

Sementara ketika bersandar pada hukum alam, Islam juga menggarisbawahi fakta bahwa wanita adalah bagian yang lebih penting dari perikemanusiaan. Jika wanita tersesat atau jatuh ke jalan yang salah (jahat), maka umat manusia akan lebih menderita daripada sekedar kaum laki-laki. Hal yang patut disayangkan adalah bahwa baik laki-laki maupun wanita malah bekerja sama dalam melakukan banyak keburukan. Namun Kitab Suci Al-Qur’an menggarisbawahi bahwa tangan yang mengayunkan buaian dapat mempengaruhi dunia. Jika Anda ingin mereformasi suatu tatanan sosial, mulailah dengan wanita karena dari wanita lah setiap manusia muncul ke dunia. Seorang anak itu lebih dulu mengenal ibunya, dan mendapat pelajaran pertama darinya. Usia masa kanak-kanak yang mudah dipengaruhi dihabiskan bersama ibunya yang menghabiskan sebagian besar waktunya bersama anak sampai anak itu mencapai usia dewasa. Jika ibu itu terdidik, berbudaya, saleh, punya integritas moral dan bijaksana, maka anak itu akan memperoleh bagian dari semua kualitas tersebut. Sang ayah, pada umumnya, selalu sibuk sebagai pencari nafkah. Jadi, jika kita ingin mereformasi masyarakat mana pun maka kita harus mulai dengan para wanita dan jika ada yang ingin mengubah bentuk masyarakat, orang itu juga harus mulai dengan para wanita. Wanita adalah titik awal dan benteng terakhir dari setiap budaya, setiap masyarakat dan setiap peradaban. Apabila benteng ini runtuh, maka tidak akan ada budaya, peradaban atau masyarakat yang bisa bertahan. Dengan demikian, Islam sangat peduli untuk lebih melindungi wanita daripada laki-laki, dan itu lah sebabnya wanita harus berpakaian sopan dan bertingkah (bertindak atau berperilaku) dengan anggun setiap saat.

Ilustrasi

Tahun lalu, di Universitas Ottawa di Kanada, seorang wanita bertanya pada saya bagaimana posisi wanita dalam Islam. Setelah saya menjawab pertanyaannya, dia secara blak-blakan membalas: “Apakah yang Anda katakan itu mengenai sistem purdah (Niqab atau Cadar)?”

Purdah atau Niqab

Saya menjawab: “Purdah tidak wajib dalam Islam dengan cara yang dipraktekkan di India. Namun, lebih disukai atau lebih baik untuk diikuti daripada aturan-aturan yang ada di negara Anda,”

Dia berkata: “Bagaimana Anda bisa membela purdah! Anda adalah seorang dokter filsafat! Bagaimana bisa Anda berbicara seperti ini?”

Saya berkata: “Nona yang baik, Tuhan adalah kekuatan kreatif alam semesta, Dia tersembunyi di balik purdah (layar). Wanita itu adalah kekuatan kreatif dalam masyarakat manusia. Haruskah wanita lebih suka mencontoh Tuhan atau kah setan yang berjalan telanjang?”Kemudian saya melanjutkan, “Jika Anda punya kerikil yang tidak berharga, apakah Anda akan menyimpannya di tempat yang aman?”

Dia bilang, “tidak!”

Saya berkata, “Jika Anda punya berlian, apakah Anda akan mengeluarkannya (memamerkannya) atau apakah Anda menyimpannya di brankas?”

Dia berkata “ya!”

Saya menjawab: “Budaya Islam menganggap wanita bagaikan berlian dan budaya Anda menganggap wanita bagaikan kerikil dan batu (yang tak berharga sama sekali).”

Masyarakat Muslim yang berbeda punya bentuk yang berbeda, tetapi saya tahu banyak Muslim di Pakistan yang memperlakukan wanita secara tidak Islami. Mereka bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Kita berbicara di sini tentang apa makna Islam itu. Kesehatan moral dan spiritual masyarakat Muslim sebagian besar terletak pada para wanita – kewajiban yang diberikan Islam terletak pada wanita. Islam ingin wanita itu jadi sederhana, untuk menumbuhkan sikap lembut dan bukannya bertindak kasar. Ingat, ketika seseorang tergelincir ke arah yang salah, maka wanita lah yang akan sengsara dan yang biasanya terperangkap, bukannya laki-laki. Untuk itu, siapa yang harus berperan lebih besar? Siapa yang harus dilindungi dari mata jahat (mata yang bernafsu) dan para bajingan yang berkeliaran di jalanan? Tentu saja, wanita. Jika moralitas kaum wanita hancur, maka semuanya akan sirna.

Dalam ilmu sains kita diberitahu kalau setiap aksi (tindakan) menghasilkan reaksi, dan setiap reaksi itu setara tetapi berlawanan dengan sebuah aksi. Ada reaksi terhadap pesan revolusioner Islam di semua barisan depan. Islam memberikan pandangan yang sehat, menghancurkan gagasan yang salah yang ada di antara komunitas yang lain, dan memberi wanita posisi yang bermartabat. Suara Nabi Muhammad (صلى الله عليه وسلم) bergema dan menyebar hingga ke Eropa pada saat terjadinya Renaissance. Sebagaimana kita ketahui, Renaissance muncul karena pengaruh dari pengetauan Muslim dan budaya Muslim. Setelah Renaissance, muncul lagi ide-ide kebebasan (liberal), persaudaraan (fraternity), dan persamaan. Namun, doktrin (ajaran atau kepercayaan) emansipasi wanita (yang lahir dari Barat) juga muncul dan menandakan kehancuran peradaban manusia akan segera tiba.

Renaissance adalah sebuah gerakan budaya yang sangat mempengaruhi kehidupan intelektual Eropa pada periode modern awal. Kebudayaan klasik ini dipuja dan dijadikan model serta dasar bagi seluruh peradaban manusia.

Kesetaraan antara laki-laki dan wanita – gagasan yang sangat penting – dipraktekkan dan diajarkan oleh Nabi (saw). Tapi, apa arti kesetaraan bagi masyarakat Barat? Barat mengartikannya: “Hai mama, kamu enak sekali duduk di rumah dan papa yang harus pergi bekerja, lihatlah di sini, kita berdua itu setera. Ayo, keluar lah dari rumah bersamaku, jangan enak-enakan seperti seorang ratu ”. Ini lah filosofi masyarakat barat. Apanya yang setara?

Aspek lain dari kesetaraan yang dipraktekkan Barat adalah: jika sebuah keluarga mengizinkan anak laki-lakinya untuk tetap berada di luar rumah hingga tengah malam (tak peduli anak laki-laki maupun anak wanita, karena alasan kesetaraan), maka putrinya juga harus diizinkan untuk tetap keluar rumah hingga larut malam. Orang tua tidak boleh bertanya di mana putrinya berada – karena menurut masyarakat Barat pertanyaan seperti itu buruk! Ingat, peradaban sebelum-Islam memanfaatkan wanita bagaikan sebuah benda, dan peradaban modern melakukan hal yang sama, tetapi memanfaatkan wanita dengan cara yang lebih halus.

Para filsuf Barat – semoga Tuhan menghukum mereka yang telah menyesatkan manusia – menjelaskan arti kesetaraan dan mengajarkan wanita untuk berperilaku seperti laki-laki. Mereka juga mengajarkan kode moral dimana wanita dapat dimanfaatkan bagaikan mainan. Ini lah cara yang bagus untuk menghancurkan harkat dan martabat seorang wanita – bukan sebagai budak tetapi sebagai mainan.

Sejarah budaya, sejarah fenomena sosiologis dalam masyarakat Barat menjadi kisah yang tragis hingga abad pertengahan ketika tatanan masyarakat di Barat berada di bawah cengkeraman buta Gereja dan saat itu wanita dianggap sebagai jelmaan kejahatan. Wanita menderita dan ketika emansipasi modern muncul, wanita lebih menderita lagi. Pada masa awal munculnya emansipasi modern, wanita dapat menerima belas kasih dari laki-laki, seperti kebaikan sosial tertentu yang ditunjukkan kepada wanita, yang muncul setelah Renaissance. Akan tetapi cahaya itu tidak lah bertahan lama.

Bacalah buku-buku budaya di Inggris dan mari kita cari tahu kisah para wanita di era Ratu Victoria. Semua wanita di seluruh dunia terbiasa mengenakan gaun penuh (full dress) yang menutupi tubuh, dengan leher yang tertutup, lengan yang tertutup, dll – begitu lah fashion-nya saat itu. Setelah itu, setan benar-benar mendatangi Hawa. “Kamu sekarang lagi di puncak masa muda, penuh pesona, keindahan rahmat, tetapi kamu terlihat seperti nenek-nenek”. Gadis malang yang polos itu bertanya: “Tuanku yang baik, apa yang harus aku lakukan?”, Gadis itu kemudian mengambil gunting, memotong frill, menghapus sedikit kain yang menutupi leher dan memotong lengan bajunya. Gadis Barat yang malang itu kemudian bertanya: “Apakah aku sudah cantik sekarang?” Dan setan menjawab: “Yah, kamu tidak lagi seperti nenek-nenek tapi kamu masih terlihat seperti seorang biarawati; kamu masih konservatif (kuno), jadi lah modern!, jadi lah progresif!”

Gadis malang itu sekali lagi mengambil gunting dan mengurangi kain yang menutupi lehernya, panjang kainnya sudah dikurangi sampai ke lutut dan seluruh lengan bajunya hilang dan bagian di depan dada sedikit diperlihatkan. Gadis abad-20 itu bertanya pada setiap laki-laki yang dia temui, “Apakah aku terlihat cantik sekarang? Apakah aku sudah modern?” Mereka menjawab: “Belum!” Dengan jengkel dan terperangah dia pergi ke ruang ganti dan menggunakan gunting sekali lagi dan tercipta lah rok mini. Dia bertanya lagi dan diberitahu: “Kamu terlihat muda tetapi belum terlihat seperti bunga yang indah, jadi lah lebih modern lagi.” Gadis malang itu bingung karena jika dia merombak pakaiannya lagi, dia benar-benar akan telanjang dan meminta nasihat dari ibunya, dan ibunya menyarankan agar dia segera mencari pendamping hidup. Lalu apa yang terjadi? Sebuah gaun diciptakan dari beberapa tali material. Inilah yang terjadi di Amerika dan Inggris.

Ketika saya pergi ke Prancis, saya mengunjungi rumah fashion dan menemukan bahwa para penemu fashion ini semuanya laki-laki. Penemu ini akhirnya merancang rok mikro-mini. Gadis yang malang itu bertanya lagi dan pacarnya menjawab: “Ya, hanya sebagai mainan tetapi bukan sebagai wanita.” Kasih sayang telah hilang.

Tingginya angka perceraian adalah masalah lain dalam masyarakat Barat. AS kemudian membuat hukum pernikahan: (sebelum menikah) seorang laki-laki dan seorang wanita dapat hidup bersama untuk jangka waktu yang singkat berdasarkan hukum. Mereka bereksperimen dengan hidup bersama untuk melihat apakah mereka akan bahagia bersama sebelum memutuskan untuk menikah. Ternyata hasilnya: lebih dari 60% pernikahan ini berakhir dengan perceraian pada tahun yang sama! Penjaga toko menerima gadis penjual (SPG: sales promotion girls) di belakang konter untuk meningkatkan penjualannya, jadi iklan penjualan dibantu dengan sosok wanita telanjang. Dengan begini, metode peradaban modern telah disempurnakan dengan memanfaatkan wanita meskipun faktanya kalau wanita adalah harta umat manusia yang paling berharga.

Laki-laki modern seperti itu hanya punya satu maksud dan satu tujuan, yaitu untuk memperalat wanita. Metodenya telah disempurnakan untuk pekerjaan ini: tak peduli akan fakta bahwa seorang wanita adalah harta paling berharga bagi umat manusia.

Saudari-saudari yang ku sayangi, waspadalah terhadap hantu modernisme, kekasaran, kecabulan, dan tingkah laku yang tidak tahu malu. Penghancur kesucian dan martabat kewanitaan itu telah menyerang rumah-rumah negaramu. Bakteri wabah ini sudah ada dan menyebar dengan cepat. Jika Anda ingin menyelamatkan martabat Anda dan melestarikan nilai-nilai kehidupan manusia, Anda harus mengambil sikap tegas atas semua ini. Saya tahu bahwa komunitas Muslim malah ikut menari-nari di antara kejahatan modernisme dan konservatisme. Saya yakin sebagian besar dari Anda itu berpendidikan dan punya rasa peka tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Untuk itu saya memohon kepada semua ibu, putri dan saudariku sekalian di dunia ini untuk berdiri dan berkorban habis-habisan melawan setan penghancur yang sedang berada di tengah-tengah kalian dan yang muncul dengan wajah polos tak berdosa dengan pisau yang disembunyikan di belakangnya. Semoga Allah Yang Mahakuasa melindungi kalian semua.

“Betapa aku senang, jika semua ilmu yang aku ketahui dimengerti oleh semua orang, maka dengannya aku mendapat pahala (dari Allah) , meskipun mereka tidak memujiku.” (Kalimat Hikmah, Imam Asy Syafi’i)

Mengenai masalah seorang wanita yang bekerja, saya ingin menambahkan bahwa Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad (صلى الله عليه وسلم) tidak membedakan antara laki-laki dan wanita dalam hal mengejar dan mencari ilmu pengetahuan. Demikian pula, tidak ada perbedaan dalam Al-Qur’an dan Hadits tentang mencari uang, jika kebutuhan meningkat. Wanita juga bisa mendapatkan dan menegaskan haknya untuk kemerdekaan ekonomi. Tak perlu dikatakan, prinsip universal dari cara hidup Islami harus dipelihara dan wanita Muslim harus keluar dari rumah mereka dengan sopan santun, penuh kasih sayang dan berintegritas. Setelah itu Al-Qur’an mengatakan:

﴾… لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُواْ وَلِلنِّسَاء نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ …﴿

… Para laki-laki punya hak bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) punya hak bahagian dari apa yang mereka usahakan …Q.S An Nisaa, 4:32

Namun ada aspek lain dari itu. Islam ingin suami melakukan tugas yang sulit tersebut. Rasulullah (s.a.w) bersabda:

“Wanita adalah ratu di rumahnya”

Sang suami harus menganggap dirinya sebagai tamu istrinya dan meminta izin untuk memasuki rumah. Kita sering lupa bahwa banyak yang diperoleh masyarakat di luar rumah daripada di dalam rumah. Landasan spiritual dan moral serta kemajuan suatu masyarakat sebagian besar terletak di dalam rumah.

Bagaimanapun, jika kita jadikan sebagai aturan, maka akan dapat merusak bila kedua orang tua keluar dari rumah dan menitipkan anak-anak mereka di tempat penitipan, atau dirawat oleh suster. Secara materi, mungkin ada peningkatan ekonomi atau menghemat waktu, tetapi kasih sayang orang tua menurun pada sisi emosional. Dengan demikian, wanita boleh ke luar rumah pergi bekerja apabila tidak ada jalan keluar dan apabila anak-anak dapat dirawat. Jepang adalah contoh yang baik dari negara maju di mana aktivitas produksi tidak hanya berlangsung di pabrik tetapi juga di rumah, yakni industri rumahan. Dengan cara ini, wanita Jepang dapat memberikan kontribusi lebih besar daripada laki-laki. Jika suatu sistem dapat dirancang dimana wanita dapat bekerja tanpa mengganggu stabilitas keluarga dan mempertahankan martabat mereka, maka masyarakat akan membuat kemajuan besar.

Pertanyaan yang sering muncul adalah: Bagaimana kita bisa tahu apakah seorang laki-laki akan menikahi wanita yang tepat yang dapat melahirkan anak? Tentu saja ada cara-cara ilmiah untuk mengukur hal ini.

Ilustrasi

Karenanya sebuah pasangan tidak perlu untuk tidur bersama sebelum menikah. Prostitusi bukanlah jawabannya. Saya menikahi istri saya, ayah saya menikahi ibu saya, dan kami tidak tahu apa-apa tentang satu sama lain karena dibatasi purdah (Niqab/Cadar). Di keluarga kami, tidak pernah ada kasus perceraian atau hubungan buruk antara suami dan istri. Menata pernikahan telah berjalan dengan baik. Pergi lah ke negara barat dan cari tahu bagaimana kehidupan pernikahan mereka. Pernikahan mereka, yang didasarkan pada pacaran, tidak lah stabil. Dari sudut pandang psikologi, setiap pernikahan yang dimulai dari pacaran dan percintaan pasti gagal. Dan 99% dari mereka gagal! Ketika mereka pacaran, mereka sebenarnya sedang hidup di surga yang palsu.

Mereka menciptakan khayalan (imaji) yang sebenarnya tidak ada dalam kehidupan. Ketahuilah, hidup itu pahit. Kehidupan dalam pernikahan artinya melaksanakan kewajiban, dan bukan sekedar masa lalu dan hiburan belaka. Percintaan membuat mereka mengkhayal seolah-olah semua kehidupan itu seperti taman bunga mawar yang semakin mekar setiap saat. Bukan lah bisa seperti itu. Saat tanggung jawab dalam pernikahan datang, misalnya setelah anak pertama lahir, sang istri jatuh sakit dan sang suami pulang ke rumah dengan lelah dan melihat istrinya duduk muram dan sedih, maka kekecewaan dan kemarahan akan muncul. Keanggunan dan kecantikan menguap ke udara. Karena itu lah, semua orang bijak menyarankan untuk tidak melakukan percintaan. Islam menyarankan ketika memilih pasangan dalam pernikahan bahwa pasangan harus melihat satu sama lain dan memeriksa apakah mereka menyukai satu sama lain secara fisik. Karakter moral pasangan dapat diketahui dari orang lain. Namun, pertimbangan pertama harus karakternya, bukan wajah, kekayaan atau posisi. Nabi kita (s.a.w) menyebutkan kalau pesona fisik sebagai penilaian terakhir.

Ilustrasi

Al-Qur’an dan Nabi Suci (s.a.w) menasihati kita agar kalau ingin menikah, lakukanlah dengan martabat dan kesopanan dan bukan dengan vulgar dan nafsu. Ridho Allah adalah yang paling utama dan kesenangan tubuh yang sensual adalah nomor dua. Wajar jika kenikmatan panca indra (fisik) mati setelah semuanya diperoleh.

Drama yang bagus (drama dalam pacaran) akan membuat Anda bahagia, tetapi kemudian kebahagian itu akan berkurang bahkan hilang. Seseorang akan merasa kosong. Ini merupakan pengalaman psikologis yang tidak pernah merasa puas. Coba dengarkan jenis musik apa pun dan setelah berhenti mendengarnya Anda akan merasa kosong. Sama halnya ketertarikan seksual antara lawan jenis muncul sebagai kekuatan buta. Ada dorongan biologis di baliknya dan ada khayalan psikologis yang tidak masuk akal. Karena, itu semua adalah permainan emosi yang buta dan tidak masuk akal. Kitab Suci Al-Qur’an menerangkannya dengan sangat jelas:

﴾… وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا ﴿

Dan di antara tanda-tanda Tuhan adalah yang dibuat laki-laki dan perempuan dari spesies yang sama dari alam yang sama, sehingga ketika mereka masuk ke dalam ikatan pernikahan – mereka mendapatkan penghiburan spiritual (perasaan tenteram). …Q.S Ar Ruum, 30:21

Ilustrasi

Pengobat hati spiritual yang datang melalui persahabatan adalah kekuatan terbesar yang bisa menolong kita dalam cobaan hidup. Dengan kekuatan ini, saya dan istri saling mendukung satu sama lain. Persahabatan kami terutama bersifat spiritual dan karena itu lah kami tidak pernah berselisih atau bertengkar. Tentu saja, setiap kehidupan pernikahan pasti ada masalah, dan orang-orang berkata kepadaku: “Seperti apa model pernikahan Anda?”. Tentu saja, saya tidak menikahinya karena pesona fisiknya, saya baru mengenalnya setelah saya menikah dengannya.

Ilustrasi

Nabi Suci (s.a.w) – dalam piagam terakhir hak asasi manusia bersabda:

“Ingat lah wahai para suami, istrimu dipercayakan Tuhan ke tanganmu. Tugas ini suci, maka jaga lah dia.”

Seberapa suci kepercayaan yang diberikan Tuhan? Saya dan istri saling merasakan dengan cara ini dan oleh karena itu hidup kami sangat bahagia. Suami dan istri menjadi tua bersama dan menjalani hidup yang indah karena mereka yang saling mencintai satu sama lain dan cinta itu makin besar dan besar. Ini hanya mungkin terjadi jika dilakukan dengan sikap yang diajarkan Islam dalam pernikahan. Izinkan saya memberi Anda contoh lain, terutama bagi para remaja agar direnungkan:

Ilustrasi

Paman dari ibu saya adalah orang yang punya perkebunan dan pertanian. Dia punya rumah mewah: satu bagian untuk para wanita dan satu bagian untuk laki-laki. Kami biasa pergi ke sana setiap tahun ketika liburan. Dia sangat senang ketika bertemu saya karena dia tidak punya anak. Ketika saya kecil, dia berusia awal tiga puluhan dan sangat tampan, dan saya terkejut ketika saya melihat istrinya untuk pertama kalinya. Istrinya buta, tuli, bisu, dan sebagian wajahnya serta tubuhnya lumpuh. Tetapi kakek saya itu (paman dari ibu saya itu) melayani istrinya seperti pelayan yang rendah hati. Setelah selesai salat Subuh, saya melihat hal pertama yang paman saya lakukan adalah pergi ke kamarnya dan mencuci wajah, tangan dan kaki istrinya sendiri meskipun ada dua belas pembantu di rumahnya. Dia membasahi rambut istrinya dengan minyak dan menyisirnya. Setelah itu dia membawakan sarapan dan memberinya makan dengan tangannya sendiri. Saya tidak mengerti apa yang terjadi dan berpikir “Hmm, sepertinya ada yang salah dengan paman dari ibu saya ini.” Pikiran ini cukup bertahan lama di benak saya sampai rasa ingin tahu memaksa saya bertanya pada kakek saya itu mengapa nenek saya sangat jelek dan dia begitu tampan. Dia menjawab, “Ketika aku menikahi nenekmu, dia sangat cantik dan kami sangat mencintai satu sama lain. Desa ini sangat jauh dari kota dan anak pertamanya mau lahir. Tidak ada perawat dan dokter saat itu, dan hanya nyawanya yang bisa diselamatkan, bukan kesehatannya. Cucuku, ketika aku menikahinya, aku biasanya mengungkapkan cintaku padanya, sekarang keadaannya seperti ini, haruskah aku pergi meninggalkannya? Sebagai seorang Muslim, saya harus memberikan lebih banyak cinta kepadanya sehingga perasaannya tidak mungkin terluka. Oleh karena itu, saya tidak bisa menikahi wanita lain atau mempercayakan seorang pembantu untuk merawatnya.”

Ilustrasi

Sekarang ada sikap dalam kehidupan yang harus kita amati. Jika kita menjadi orang yang beriman kepada Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) untuk semua tujuan praktis dan jika kita hanya mengejar hedonisme (mengejar kesenangan nafsu) sebagai tujuan dalam hidup, maka pasangan yang hidup bersama tanpa pernikahan dan prostitusi akan menjadi halal pada saat itu juga. Baca laporan kesehatan Amerika Serikat – 80% darah orang Amerika mengandung virus sifilis. Virus ini menguras energi tubuh. Mereka harus minum antibiotik untuk menjaga virus ini tetap terkendali sepanjang waktu. Amati lah orang-orang dari Norwegia sampai Swedia dan Denmark, Anda akan melihat ribuan pelacur telanjang di pinggir jalan. Dalam hal kesehatan psikologi, tingkat bunuh diri di negara-negara ini sangat tinggi. Kebebasan yang tak terkendali berakhir tanpa pernikahan, tanpa ada kesehatan dan tanpa ada rasa cinta. Dan ini akibat serangga iblis yang menggerogoti keberadaan komunitas-komunitas ini. Apakah Anda ingin hal itu juga terjadi di komunitas Anda, wahai teman-teman saya yang terkasih?

Ilustrasi Prostitusi di jalanan

Akhirnya, poin kontroversial lain yang sering dibahas adalah kondisi di tempat kerja di mana laki-laki dan perempuan bercampur di satu tempat. Islam tidak memerintahkan menyatukan seenaknya antara laki-laki dan wanita di rumah sakit, akademi, sekolah, dll. Hal ini malah meningkatkan kebebasan di antara mereka. Kita tidak bisa jamin laki-laki dan wanita tidak akan jatuh ke dalam kejahatan apa pun apabila kita menjaganya dengan baik tanpa dipisahkan dalam satu tempat. Bahkan kejahatan itu bisa berbentuk sangat halus. Islam ingin melindungi kesucian dan mengutuk apa pun yang melanggar prinsip ini. Jika prinsip Islam ini dapat dijaga dengan aman oleh wanita Muslim meski dia pergi bekerja, maka mungkin bisa diizinkan. Tentu saja, di negara Muslim akan ada fasilitas terpisah untuk wanita dan laki-laki.

Sudut pandang pribadi saya adalah bahwa masyarakat yang sehat dapat tumbuh hanya apabila laki-laki dan wanita memberikan kontribusi dalam kerja sama satu sama lain, kecuali demi menghindari semua situasi yang mungkin menyimpang dari hukum Ilahi. Saya tahu laki-laki dan wanita Muslim dan non-Muslim yang  suci yang dapat dijadikan contoh meski mereka bekerja dengan satu sama lain. Namun sayangnya, jumlah mereka sangat sedikit dan kita tidak dapat menganggap ini sebagai pembenaran untuk melakukan kebebasan penyatuan laki-laki dan wanita di satu tempat.

Semua pujian adalah milik Allah, Tuhan atas semua dunia.

 

Catatan Admin:

  • Ketika mengambil atau mengutip segala materi baik dalam bentuk tulisan maupun hasil terjemahan dari website Eskatogi Islam ini, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Tulisan ini diambil dari buku transkrip ceramah yang berjudul, “Islam To The Modern Mind” yang ditulis oleh Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah.

Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah
Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah
Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah

Beliau merupakan Ulama Islam terkemuka di dunia, Filsuf, Orator, Mubaligh, Guru, Penulis serta Pemimpin Spiritual. Karena beliau memiliki kualitas-kualitas yang beragam, beliau sangat berpengaruh pada pikiran dan hati Muslim dan Non-Muslim di belahan dunia, termasuk Perdana Menteri, Para Ulama, para pemikir, Professor, Pejabat Pemerintah, Jurnalis, pemimpin politik, Sufi, dll.

Beliau lahir dari keluarga Islam yang taat pada tanggal 14 Agustus 1914 di Muzaffarnagar, Provinsi UP, India. Beliau merupakan keturunan dari Hazrat Abu Ayoob Ansari (radliallahu anhu) of al-Madīnah alMunawwarah, seorang sahabat Rasulullah (s.a.w) yang rumahnya ditempati oleh Rasulullah (s.a.w) ketika pertama kali tiba di Madinah di masa hijrah.

Pada usia 7 tahun beliau sudah hafal Al Qur’an dan pada usia 19 tahun beliau tamat dari kurikulum Dars-i Nizami. Setelah tamat sekolah, beliau kemudian melanjutkan kuliah dan memperoleh gelar Bachelor of Arts (BA) dan Bachelor of Science (BSc) di Universitas Aligarchi dan memperoleh Medali Emas. Kemudian dia melanjutkan ke tingkat Master dengan jurusan Filosofi dan memperoleh nilai yang luar biasa, 98%, dan masih dianggap belum ada yang bisa menandingi nilainya.

Dr. Fazlur Rahman Ansari rahimahullah, Alhamdulillah, tetap berada di bawah bayang-bayang Fazl of Rahman-Allah. Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) memberinya dua Guru Besar. Dia membaca Post Dars-e-Nizamia melalui bimbingan Aala Hazrat Imam Al-Sharah Allama Syed Sulaman Ashraf dan Filsafat Modern oleh Dr. Syed Zafarul Hassan dan kedua guru ini terkenal dan kepribadiannya yang luar biasa pada masanya.

Selama menjadi mahasiswa, beliau lulus semua ujian di kelas satu. Dia lulus pada tahun 1935 dengan kelas pertama, divisi pertama, dan menerima Medali Emas untuk berdiri pertama di BA dan B.Sc ujian gabungan. Dia menerima Medali Emas karena telah membuat rekor baru 98% dalam ujian Philosophy B.A (Bachelor of Arts). Dia lulusan pertama pada kelas pertama di B.Th (Bachelor of Theology) dan lulus M.A (Master of Arts) Filosofi di kelas pertama. Dia sendiri mengajar secara independen mata kuliah M.A di banyak mata pelajaran seperti Politik, Ekonomi, Studi Perbandingan agama dan membaca banyak Ilmu Fisika, seperti Mitologi, Sejarah Peradaban dan Budaya, Hukum dan Obat-obatan terutama Homeopati, dll., dan belajar bahasa Jerman. Beliau menguasai 5 bahasa, yakni Arab, Inggris, Urdu, Jerman, dan Persia.

Pada tahun 1947 beliau menyelesaikan tesis penelitian PhD, tetapi karena keadaan yang tidak menguntungkan dari migrasi ke Pakistan (ketika Pakistan hendak memisahkan diri dari India), tesis lengkapnya tertunda. Namun beliau diberikan gelar PhD pada tahun 1970 oleh Universitas Karachi untuk tesisnya tentang Kode Moral Islam dan latar belakang Metafisiknya

Untuk mencerahkan pemikiran dan meningkatkan semangat religius, Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) membawanya bertemu dengan Maulana Shah Abdul Aleem Siddiqui rahimahullah (keturunan Abu Bakr Shiddiq radliallahu anhu), seorang Khalifah Aala Hazrat Maulana Ahmed Raza Khan dari Bareli (rahimahullah) dan seorang Ulama Islam terkemuka di dunia pada masa itu. Maulana Abdul menerima beliau sebagai Murid secara spiritual.

Maulana Abdul Aleem Siddiqui memberinya Ijaz (otoritas) dalam urusan spiritual di dalam Hateem of Kaba. Maulana Abdul Aleem Shiddiqui menerima menerima beliau sebagai anggota keluarganya dan menikahkan putri sulungnya dan memilih beliau sebagai menantu laki-lakinya. Setelah wafatnya Hazrat Abdul Aleem Siddiqui (radliallahu anhu) beliau diangkat menjadi Raees-ul-Khalifa dari Halqa-e-Aleemiyah Qaderiyah.

Pada tahun 1944-1946 Dr. Fazlur Rahman Ansari terpilih sebagai anggota Komite Perencanaan Pendidikan di bawah mandat yang diberikan oleh Quaid-e-Azam Muhammad Ali Jinnah.

Dr. Fazlur Rahman Ansari, selain mempelajari mistisisme Islam (Al Ihsan/Tasawwuf) dari Shah Abdul Aleem Siddiqui (RA), melakukan perjalanan jauh dan luas. Beliau mulai mulai melakukan tur dakwah sebagai anak didik Maulana Abdul Aleem Siddiqui rahimahullah setiap kali mengunjungi 15/20 negara dan melakukan perjalanan tujuh kali ke seluruh dunia. Kedua duta besar Mubaligh Islam ini berkumpul dalam komunitas Muslim di negara yang dikunjungi dan mendirikan organisasi di negara Muslim yang dikunjungi agar berdakwah lebih lancar dan efektif lagi. Beliau memiliki hak istimewa untuk memimpin beberapa Misi Islam baik nasional maupun internasional.

Dr. Fazlur Rahman Ansari, selain mempelajari spiritualisme Islam (Al Ihsan/Tasawwuf) dari Shah Abdul Aleem Siddiqui (rahimahullah), melakukan perjalanan jauh dan luas. Beliau mulai mulai melakukan tur dakwah sebagai anak didik Maulana Abdul Aleem Siddiqui rahimahullah setiap kali mengunjungi 15/20 negara dan melakukan perjalanan tujuh kali ke seluruh dunia. Kedua duta besar Mubaligh Islam ini berkumpul dalam komunitas Muslim di negara yang dikunjungi dan mendirikan organisasi di negara Muslim yang dikunjungi agar berdakwah lebih lancar dan efektif lagi. Beliau memiliki hak istimewa untuk memimpin beberapa Misi Islam baik nasional maupun internasional.

Beliau menulis buku pertamanya di bawah bimbingan Shaikh-nya yang berjudul “The Beacon Light” pada usia 18 tahun saja. Selama kuliah, beliau menulis buku keduanya, “The Christian World in revolution”. Setelah buku-buku ini, banyak buku lain yang ditulis seperti “Muhammad (صلى الله عليه وسلم).” “The Glory of Ages”, “Islam in Europe and America”, dll. Beliau menulis sekitar 40 buku dan dalam bahasa Urdu dan bahasa Inggris. Dia mengedit berbagai majalah dari dalam dan luar negeri. Pada tahun 1973 beliau menulis buku terakhirnya yang penuh makna, yaitu “The Quranic Foundations and Structure of Muslim Society” dalam bahasa Inggris dan dalam dua jilid. Buku ini memberikan Sistem Panduan dengan cara yang rumit, yang membenarkan secara menyeluruh klaim Al Qur’an yang “posisi atas segalanya (di mana umat manusia membutuhkan Bimbingan Ilahi)”.

Aleemiyah Institute of Islamic Studies yang didirikannya adalah salah satu proyek yang luar biasa penting di mana, selain memberikan pendidikan agama dan pelatihan dakwah, mata pelajaran sekuler penting lainnya seperti Ekonomi, studi Perbandingan agama, Jurnalisme, dll, juga diajarkan. Karena usaha dan dedikasinya yang terus menerus kepada Islam dan umat manusia, ribuan orang telah masuk Islam.

Pada bulan Desember 1973 beliau melakukan tur misi terakhir ke Seychelles dan Srilanka dan 1974 menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Senin, 3 Juni, 1974 (Jamadi-ul-Awwal ke-11) pada pukul 10.30 pagi. Beliau dimakamkan di kompleks Islamic Centre (The Aleemiyah Institute of Islamic Studies ). Semoga Allah (سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى) menempatkan beliau di Jannah-Nya dan menempatkan beliau bersama orang-orang shaleh. Aamiin ya Rabbal’alamiin

Maulana Imran N Hosein merupakan murid sekaligus menantunya Maulana Fazlur Rahman Ansari Al Qaderi rahimahullah.

The Aleemiyah Institute of Islamic Studies yang didirikan oleh Maulana Fazlur Rahman Ansari rahimahullah adalah Universitas Islam dan Sains Modern yang terletak di Karachi, Pakistan. Lembaga ini dijalankan oleh World Federation of Islamic Missions. Maulana Imran Hosein tentu saja pernah belajar dan tamat di Universitas ini.

Please share this post

Terkait

Leave a Comment